alexametrics

Sekjen Gemura Duga Ada Politisasi Soal Kuota Haji

11 Juni 2021, 17:18:49 WIB

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) Nizar Chaeroni, mengkritik kebijakan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang mengeluarkan larangan berkunjung ke Arab Saudi kepada negara lain. Sementara itu ada 11 negara yang diperbolehkan.

“Sebagai negara muslim terbesar di dunia, seharusnya pemerintah kerajaan Arab Saudi memperbolehkan Calon Jemaah Haji (CJH) dari Indonesia. Bukan malah mengeluarkan kebijakan hanya 11 negara yang boleh berkunjung kesana,” tegas Nizar dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Jumat (11/6).

Sehingga, menurutnya, masyarakat seharusnya dapat mengerti dengan apa yang dilakukan pemerintah dengan membatalkan pemberangkatan haji. Hal itu disebabkan sampai dengan kurang dari beberapa bulan lagi waktu haji, kerajaan Arab Saudi belum bisa memastikan kuota jamaah haji di dunia, khususnya Indonesia, apalagi dengan adanya aturan hanya 11 negara yang boleh masuk Mekkah dan Madinah.

“Hal ini patut diduga sebagai penegasan hanya 11 negara tersebut yang bisa melaksanakan haji mengingat ibadah haji terdapat di kota Mekkah dan Madinah. Namun, daripada tidak jelas dan terkesan mengemis, lebih baik dibatalkan. Daripada sudah disiapkan semua tapi ujungnya tidak jelas. Lebih baik sejak awal dibatalkan,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Terima Candaan Yasonna Soal AHY, Santoso Demokrat Ngomong Begini

Nizar juga mengingatkan kepada kerajaan Arab Saudi jangan jadikan ibadah haji kepentingan geo poltik oleh kerajaan Arab Saudi, terutama untuk menekan negara- negara islam agar mendapat kouta haji.

“Selain itu, saya juga menduga pemerintah kerajaan Arab Saudi telah melakukan politisasi terhadap penyelengaraan ibadah haji dengan mengatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sufmi Dasco Ahmad berbohong,” ujarnya.

Menurutnya, tidak sepantasnya seorang Duta Besar yang merupakan perwakilan negara nya mengatakan jika seorang pejabat yang dipilih oleh rakyat Indonesia berbohong. “Ada agenda apa Dubes kerajaan Arab Saudi terhadap Indonesia?” tambahnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads