alexametrics

Politikus PDIP Minta Demokrat Tak Perlu Baper Soal Candaan Menkumham

11 Juni 2021, 10:18:21 WIB

JawaPos.com – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan menanggapi respons Partai Demokrat soal candaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. Dalam rapat Komisi III DPR RI, Menkumham Yasonna H Laoly menyebut bahwa Ketua Umum Partai Demokrat (AHY) masih lama menjadi Presiden Indonesia karena masih muda.

“Jadi clear, tidak perlu dipolemikkan lagi,” ujar Arteria kepada wartawan, Jumat (11/6).

Arteria yang merupakan anggota Komisi III DPR mengatakan jika masih ada yang terbawa perasaan alias baper sangat tidak pas. Sebab sejak awal Yasonna H Laoly mengungkapkan lontaran kalimat ke AHY hanyalah guyonan.

“Kalau ada yang baper, itu kan hak. Kita enggak bisa maksa, tapi pastinya nggak penting banget baper untuk urusan beginian. Apalagi dari awal sudah kita ketahui bersama dalam konteks bercanda,” ungkapnya.

Arteria menuturkan, perdebatan dalam forum rapat komisi bertujuan mulia. Jika ada yang menyinggung, tidak perlu dibahas sampai sakit hati.

“Komisi III komisi Merah Putih. Kami saling hormat menghormati apalagi terhadap ketua umum partai masing-masing,” ungkapnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Santoso meminta kepada Menkumham Yasonna H Laoly untuk mencabut omongannya. Santoso mengatakannya setelah Yasonna menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih jauh untuk menjadi Presiden Indonesia karena usia yang masih muda.

“Saya ingin apa yang Pak Menteri sampaikan menyatakan bahwa Bos Pak Benny masih lama itu supaya dicabut. Saya sangat keberatan,” ujar Santoso.

Menurut Santoso sangat tidak etis seorang menteri dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengomentari mengenai masa depan ketua umum partai lain. Santoso menegaskan, yang menentukan orang bisa menjadi kepala negara adalah masyarakat Indonesia. Bukan ditentukan oleh seorang menteri.

“Biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu, jadi bukan Pak Yasonna,” tegasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads