alexametrics

Jokowi: Jangan Sampai Ada Yang Bilang Pemilu 2019 itu Curang

11 April 2019, 16:41:39 WIB

JawaPos.com – Beredar informasi mengenai hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang sudah dilakukan di luar negeri. Hasil dari penghitungan surat suara itu memenangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan adanya hoaks tersebut. Pasalnya proses penghitungan surat suara di luar negeri baru dilakukan 17 April 2019.

“Jadi penghitungan itu nanti dilakukan pada 17 April. Jadi itu harus tahu, penghitungannya pun juga berjenjang,” ujar Jokowi di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Kamis (11/4).

Jokowi menambahkan, jangan sampai ada anggapan Pemilu 2019 curang. Apabila kalah, tidak terima, dan merasa dicurangi. Padahal merujuk pada tahapan pemilu, penghitungan surat suara di luar negeri belum dilakukan.

“Jangan sampai ada yang ngomong curang, padahal dihitung saja belum,” katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku, apabila adanya kecuranga‎n di Pemilu 2019 maka Jokowi meminta bukti sehingga bisa dilaporkan ke penyelenggara pemilu.

“Kalau ada yang curang itu di kecamatan mana? Kalau ada yang curang itu di kabupaten mana, gampang sekali hitungnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk mengawal Tempat Pemungutan Suara (TPS). Apabila hasil hitungan surat suara sudah keluar, diabadikan lewat foto. Sehingga bisa mencengah kecurangan.

“Semua rakyat saya ajak untuk melihat TP. Hasilnya dijepret, kalau nanti ada yang curang gampang nyarinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Komisioner KPU Hasyim Asy’ari membantah ‎proses penghitungan suara di luar negeri telah dilakukan. Pasalnya Hasyim mengatakan, proses pencoblosan di luar negri baru dilakukan Senin (8/4).

Menurut Hasyim, ‎pemungutan suara di luar negeri juga baru dilakukan empat negara, tepatnya di lima kota. Itu terdiri atas Kota Sana’a di Yaman pada 8 April 2019; Kota Panama City di Panama dan Kota Quito di Ekuador pada 9 April 2019; serta Kota Bangkok dan Songkhla di Thailand pada 10 April 2019.

“Dengan demikian kabar tentang perolehan suara pemilu luar negeri yang beredar luas adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hasyim saat dihubungi, Rabu (10/4).

Hasyim menambahkan, pelaksanaan pemilu luar negeri di empat negera itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK)‎ KPU Nomor 644/2019. Sementara proses penghitungan suara pemilu di luar negeri juga baru dilakukan 17 April 2019. Sehingga kabar yang beredar itu adalah hoaks, mengenai Prabowo-Sandi mendang di pemilu luar negeri.

“Bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu luar negeri dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi atau real count,” katanya.

‎Adapun beredar kabar mengenai hasil pemilu di luar negeri yang tersebar melalui Facebook. Dalam pesan tersebut disampaikan data-data mengenai hasil pemilu di sejumlah negara yang hasilnya paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Copy Editor : Fersita Felicia Facette



Close Ads