alexametrics

Jubir BPN: Ibadah Adalah Komunikasi dengan Tuhan, Bukan dengan Manusia

11 Februari 2019, 12:48:31 WIB

JawaPos.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bingung kenapa saat ini banyak ‎yang mendadak menjadi juru bicara Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku capres nomor urut 01 lebih agamis.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan ini terkesan sedikit lucu. Karena banyak tokoh yang menjadi juru bicara salatnya Jokowi.

“Mengapa harus sebegitu banyak menjadi juru bicaranya Jokowi. Padahal seoarang muslim salat adalah kewajiban. Lantas kenapa sekarang Jokowi menjadi pertanyaan dan harus banyak juru bicara‎,” ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Senin (11/2).

Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat ini menduga, kenapa Jokowi ibadahnya lebih baik terus ditampilkan ke publik. Bahkan sampai narsisnya Jokowi saat salat foto-fotonya juga disebarkan ke masyarakat.

“Andaikan seorang muslim tidak perlu ada juru bicara. Tidak perlu juga mengirimkan foto-foto salat. Intinya salat itu adalah komunikasi antara manusia dengan penciptanya. Bukan manusia dengan manusia,” katanya.

“‎Saya kok menduga-duga memang Jokowi ini menjadi diragukan salatnya. Arena banyak menyampaikan salatnya Jokowi,” tambahnya.

‎Ferdinand menduga adanya narasi Jokowi dalam beribadah ini untuk meraih suara di Pilpres 2019 ini. Tujuannya mendapatkan suara sebanyak-banyaknya dari kalangan muslim.

“‎Jadi apa maksudnya mereka menyampaikan ini. Saya pikir bahwa mereka menggunakan isu salat ini untuk meraih suara dari kalangan muslim,”‎ pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, labelisasi Jokowi sebagai capres yang jauh dari nilai-nilai Islam dianggap salah besar.

Jokowi, menurut Luhut, dikenal merupakan figur yang rajin salat dan berpuasa. Sementara itu, meski tak menyebut nama, dia menyindir pihak lain yang dianggap ibadahnya belum jelas.

“Jadi kalau dibilang, misalnya Jokowi kriminalisasi ulama. Itu darimananya? sejak saya kenal 12 tahun dia (Jolowi) tukang sembahyang dan puasa. Yang sebelah sana belum jelas,” kata Luhut di Jiexpo, Kemayoran, Minggu (10/2).

Di sisi lain, dirinya juga membantah bahwa Jokowi merupakan sosok yang otoriter. Usai menjadi pembantu presiden, Luhut malah melihat mantan Wali Kota Solo itu merupakan sosok yang sebaliknya.

“Tidak otoriter. He listen to you carefully (dia mendengar sangat hati-hati, red). Saya mengalaminya,” terangnya.

Lebih lanjut, Luhut menuturkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat Indonesia untuk memilih paslon 01 atau 02. Namun kalau dirinya boleh usul, Jokowi akan membawa masa depan yang lebih cerah.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Jubir BPN: Ibadah Adalah Komunikasi dengan Tuhan, Bukan dengan Manusia