Bos Media Gabung Jokowi, Ini Tanggapan Koalisi

10/09/2018, 17:31 WIB | Editor: Kuswandi
Ilustrasi: Jokowi-Maruf Amin (Koko/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setidaknya ada tiga bos pemilik media massa yang bergabung mendukung pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan tidak bisa melarang para bos pemilik media memberikan dukungan.

Karding mengatakan, tidak pernah memaksa mereka bergabung. Pemilik media melihat bahwa Jokowi adalah sosok yang patut didukung menjadi kepala negara dua periode.

"Kita tidak bisa melarang mereka bergabung. Yang terpenting bagi kami adalah potensi energi. Itu adalah kekuatan kami yang disinergikan untuk memenangkan Pak Jokowi," ujar Karding di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (10/9).

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menilai, tiga pemilik media tersebut sudah paham tentang aturan yang ada. Misalnya dalam pemberitaan haruslah berimbang tanpa berat sebelah.

"Ya saya kira teman-teman media dan pemilik media sudah tau aturannya masing-masing. Jadi mereka dewasa dan akan bekerja sesuai aturan," katanya.

Menurut Karding, orang yang mendukung Jokowi karena keberhasilannya selama empat tahun dalam memimpin Indonesia. Jadi bukan karena hal lain. Sehingga pemilik media bergabung mendukung Jokowi.

"Orang mau gabung kan berarti melihat bahwa sosok Pak Jokowi adalah sosok yang patut didukung," pungkasnya.

Sekadar informasi tiga pemilik media yang mendukung Jokowi adalah, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Erick Thohir.

Surya Paloh diketahui pemilik Media Group yang membawahi Media Indonesia dan Metro TV, kemudian Hary Tanoe pemilik MNC Group. Ia pemilik resmi RCTI, MNC TV, Global TV, INews TV, Koran Sindo, radio Sindo Trijaya, dan Okezone.

Sementara Erick Thohir adalah pemilik Mahaka Group dengan media Jak TV, Gen FM‎, Republika, dan Parents Indonesia.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi