JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jokowi Pilih Ma'ruf Amin, OSO: Kalau Sudah Perang Harus Menang!

10 Agustus 2018, 07:54:22 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ma'ruf Amin
Kyai Ma'ruf Amin ketika menggelar konferensi pers bersama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dan Ketua PBNU, Said Aqil Siradj di Kantor DPP PKB, Kamis (9/8) malam. (Imam/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin akhirnya dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapresnya di Pilpres 2019. Pilihan Ma'ruf Amin membuat kaget banyak pihak.

Pasalnya sebelum memilih dan mengumumkan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, menguat nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan, koalisi pendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin siap memenangkan dua tokoh tersebut. Bahkan dua tokoh ini dikatakan OSO bakal menjadi kepala negara di 2019.

‎"Kita kalau sudah perang, harus menang," ujar OSO saat ditemui di Resto Pelataran, Jakarta, Kamis (9/8).

Ketua DPD itu menambahkan, walaupun Ma'ruf Amin sudah tidak muda lagi, semua partai koalisi tidak mempermasalahkan hal tersebut.

‎Yang terpenting Rais Aam PBNU itu dapat melengkapi Jokowi. "Ma'ruf Amin kan milenial juga, milenial kan bukan masalah umur. Masalah perbuatan dan sikap‎. Jadi itu bagian dari kombinasi nasionalis-religius," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Alasan Jokowi memilih Rais Aam PBNU itu karena dia adalah tokoh agama dengan segudang pengalamannya di pemerintahan. Termasuk sebagai anggota dewan.

Misalnya kata dia, Ma'ruf Amin pernah menjabat sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Bahkan saat ini dia dipercaya sebagai Rais Amm PBNU, Ketua MUI, dan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Jokowi mengatakan sosok dirinya dan Ma'ruf Amin adalah perpaduan nasionalis dan religius.

Dalam memilih Ma'ruf Amin, dikatakan Jokowi, sudah melalui proses yang panjang. Misalnya meminta masukan dari elemen masyarakat dan juga dari partai-partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang‎.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up