alexametrics

Diduga Terlibat Aksi 22 Mei, ‎Mantan Anggota Tim Mawar Bantah Keras

10 Juni 2019, 17:54:19 WIB

JawaPos.com – Mantan Anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid diduga ikut terlibat dalam aksi yang berujung pada kerusuhan pada 21-22 Mei lalu. Namun, hal itu dibantah langsung olehnya.

Saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, membantah terlibat dalam aksi kerusuhan yang mengakibatkan delapan orang meninggal ini.

‎”Tidak ada yang namanya merencanakan. Saya tidak pernah ikut merencanakan atau pun hadir dalam rapat-rapat pengerahan massa,” ujar Fauka, Senin (10/6).

Sementara soal dugaan ketertibatan personel Garda Prabowo organisasi yang dipimpinnnya. Fauka membantahnya. Termasuk juga membantah memerintahkan Abdul Gani Ngabalin untuk melakukan aksi itu.

“Itu saya baru kenal satu bulan, makanya saya minta dia masuk anggota Garda Prabowo. Tapi dia belum masuk sebagai anggota. Karena saya belum mengiyakan. Karena untuk masuk jadi anggota Garda itu tidak boleh sembarangan,” katanya.

“Salah satunya yang selalu saya tekankan harus selalu menjaga nama baik organisasi dan Prabowo. Juga tidak boleh narkoba, selalu itu yang saya dengungkan seperti itu,” tambahnya.

Sehingga apa yang diisukan dirinya terlibat dalam aksi 21-22 Mei ‎lalu adalah tidak benar. Masyarakat juga ia harapkan tidak serta merta bisa mempercayai adanya isu tersebut.

Pasalnya dirinya tidak pernah ikut rapat membahas mengenai pengerahan massa untuk aksi 21-22 Mei lalu. Sehingga mengaku aneh apabila adanya tuduhan yang mengarah ke dirinya tersebut.

“Jadi saya minta masyarakat lebih cerdas lagi dan saya tekankan bahwa saya tidak terlibat, atau juga tidak pernah memerintahkan anak buah saya untuk dalam kegiatan di Bawaslu,” pungkasnya.

Sekadar informasi, sekelompok orang menggelar demo di depan Kantor Bawaslu. Mereka menolak hasil Pemilu 2019. Aksi yang berlangsung pada Selasa, 21 Mei 2019, itu berujung ricuh.

Massa membakar ban serta melempari aparat keamanan yang menjaga demonstrasi. Massa juga merusak gerai cepat saji di pusat perbelanjaan Sarinah.

Pihak kepolisian telah menangkap 447 terduga perusuh di beberapa titik di Jakarta pada 21- 22 Mei 2019. Selain itu, sejumlah tokoh ditangkap diantaranya Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko.

Para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang berdemonstrasi di depan Bawaslu. Total, ada 447 perusuh yang ditangkap dan dijadikan tersangka.

Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan. Titik itu adalah Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan.

Polisi juga mengidentifikasi dua kelompok dari ratusan tersangka itu. Sebanyak dua orang berasal dari kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang terafiliasi dengan ISIS. Sementara itu, tiga orang lain juga diidentifikasi dari kelompok perusuh.‎

Asal-usul dan status Tim Mawar sendiri masih banyak belum diketahui oleh publik. Termasuk soal posisi garis komando dan statusnya di tubuh Kopassus.

Dikumpulkan dari berbagai sumber literasi. Di pengadilan militer, Mayor Inf. Bambang Kristiono selaku Komandan Tim Mawar, mengaku membentuk tim yang diduga beroperasi untuk menculik sejumlah aktivis itu atas inisiatif pribadinya. Tanpa sepengetahuan atasannya.

Bahkan, disebutkan sejumlah perwira yang terlibat dalam penculikan aktivis 1998 pernah bertugas di Timor-Timur sebelum Pemilu 1997 dan Pemilihan Presiden 1998.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads