Kiai Miftach: Diminta Tidak Rangkap Jabatan, Saya Sami’na wa Atho’na

Rais Aam PBNU Lepas Jabatan Ketua Umum MUI
10 Maret 2022, 16:26:02 WIB

JawaPos.com ‒ Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar akhirnya resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemarin (9/3).

Dilansir dari nu.or.id, pengunduran diri itu diumumkan Kiai Miftach saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriah-Tanfidziyah PBNU di kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat, kemarin sore.

Miftach menyatakan, pertimbangan utama pengunduran dirinya tetap sama, yakni saran dari dewan formatur (AHWA) yang telah memilih dirinya sebagai rais aam PBNU.

’’Saat ahlul halli wal aqdi (AHWA) Muktamar Ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai rais aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami patuhi, Red). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan,’’ ujar Kiai Miftach sebagaimana dikutip nu.or.id.

Rais syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur 2007‒2015 itu menceritakan proses pemilihan dirinya sebagai ketua umum MUI pada akhir November 2020. Hampir dua tahun sebelumnya, kata Kiai Miftach, dirinya dirayu dan diyakinkan untuk bersedia jadi ketua umum MUI. ’’Semula saya keberatan, tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat bidah di dalam NU. Karena selama ini rais aam PBNU selalu menjabat ketua umum MUI,’’ jelasnya.

Kiai Miftach menambahkan, saat ini dirinya merasa bidah itu sudah tidak ada lagi. Jadi, dia berkomitmen untuk merealisasikan janji di hadapan majelis ahlul halli wal aqdi dengan mengajukan pengunduran diri dari jabatan ketua umum MUI.

Kabar mundurnya Kiai Miftach tersebut dibenarkan sejumlah pimpinan di MUI pusat. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Zainut Tauhid Sa’adi menuturkan bahwa dirinya mengetahui mundurnya Miftach dari pemberitaan media. ’’Sudah agak lama saya (tidak) komunikasi dengan beliau. Jadi cukup kaget juga mendengarnya,’’ kata Zainut yang juga wakil menteri agama itu tadi malam (9/3).

Zainut mengatakan belum mengikuti perkembangan lebih jauh di internal MUI. Khususnya di jajaran pengurus harian yang selama ini di bawah komando Kiai Miftach. Dia juga mengatakan belum bisa memberikan komentar lebih lanjut soal posisi ketua umum MUI selanjutnya dipimpin oleh siapa. Apakah dari wakil ketua umum yang naik atau ada mekanisme lain.

Pergantian ketua umum MUI di tengah jalan pernah terjadi pada 2014. Saat itu Ketua Umum MUI Sahal Mahfudz meninggal dunia pada 24 Januari 2014. Posisi dia kemudian digantikan Din Syamsuddin yang kala itu menjadi wakil ketua umum MUI. Sementara itu, saat ini posisi wakil ketua umum MUI diisi tiga orang. Yaitu, Anwar Abbas, Marsudi Syuhud, dan Basri Bermanda.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/wan/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini: