alexametrics

Amanah Konstitusi Harus Jadi Pegangan Sikapi Konflik Rusia-Ukraina

10 Maret 2022, 05:07:11 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, Pembukaan UUD 1945 harus menjadi pegangan bangsa Indonesia dalam menyikapi perang Ukraina-Rusia. Konflik tersebut harus menjadi refleksi bagi kita untuk terus menggali nilai kebangsaan dan menerapkannya.

“Konflik Ukraina dan Rusia tidak hanya menghadirkan perang bersenjata, tetapi juga perang di berbagai sektor yang berdampak pada banyak negara dunia, termasuk Indonesia,” kata Lestari saat membuka diskusi daring yang digelar oleh Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (9/3).

Menurut Lestari, pembukaan konstitusi kita mengamanatkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Menurut, elite politikus Nasdem yang biasa disapa Rerie, UUD 1945 mengamanatkan agar bangsa ini ikut menciptakan perdamaian dunia. Konflik Ukraina-Rusia yang berdampak pada terjadinya ‘perang’ di sejumlah sektor, juga harus bisa menjadi bahan pembelajaran bagi bangsa kita.

“Apakah bangsa kita sudah siap dengan ‘perang-perang’ yang terjadi di berbagai sektor di masa datang?” ujarnya.

Karena itu, Rerie sangat berharap, bangsa kita harus benar-benar mencermati kondisi tersebut dan segera mempersiapkan berbagai langkah agar mampu menjawab berbagai tantangan di masa datang.

Merespons hal itu, Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo yang pada diskusi itu berbicara dalam kapasitasnya sebagai wartawan senior, sependapat bahwa konflik Rusia-Ukraina akan berdampak global sehingga harus dicermati.

Indonesia, tambahnya, tidak bisa menganggap enteng dampak konflik Ukraina dan Rusia. Karena, tegas Suryopratomo, konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut, berpotensi mengimbas pada stabilitas kawasan Asia, termasuk di Laut China Selatan.

Menanggapi pertanyaan peserta diskusi, terkait dukungan Indonesia terhadap resolusi Majelis Umum PBB dalam menyikapi invasi Rusia ke Ukraina, secara pribadi Suryopratomo menilai, langkah tersebut sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945 yang mengedepankan upaya perdamaian dan menegaskan bahwa kemerdekaan hak segala bangsa.

Pengamat Militer dan Pertahanan Keamanan, Connie Rahakundini Bakrie menilai, konflik Rusia dan Ukraina merupakan upaya Vladimir Putin dalam membangun keseimbangan dunia Baru.

“Keseimbangan dunia Baru, agar satu kepentingan tidak mengganggu kepentingan lainnya,” ujarnya.

Connie juga berharap, Indonesia bisa tampil tegas secara diplomatik juga secara militer dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia, seperti yang dilakukan Soekarno di masa lalu.

Konflik Ukraina dan Rusia, harus memberi pelajaran bagi Indonesia. Karena itu, Indonesia butuh menyempurnakan konsep sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh rakyat dan semua sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, dan segenap wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pakar Teknologi Pertahanan, Universitas Pertahanan (Unhan), Romie Oktovianus. Menurutnya, Ukraina bukanlah negara yang mudah ditaklukkan, karena di masa Uni Sovyet wilayah Ukraina adalah pusat pertahanan negara tersebut.

“Imbasnya, invasi Rusia ke Ukraina, berpotensi memicu krisis di kawasan Asia di sekitar Indonesia. Apalagi, tambahnya, di sekitar wilayah Indonesia saat ini ada pangkalan militer sejumlah negara. pertanyaanya apakah kita mampu, bila terjadi konflik di kawasan?” ujar Romie.

Merespons hal itu, Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan berpendapat pelajaran dari krisis Rusia-Ukraina bagi Indonesia adalah perlunya membangkitkan semangat patriotisme anak bangsa, agar kita mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Selama ini, semangat patriotisme anak bangsa kalah dengan pemikiran-pemikiran pragmatis yang berkembang di masa kemerdekaan,” ujarnya.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads