alexametrics
Agar Tak Disangka Aplikasi Ojek

Legislator Komisi XI Ini Gencar Gelar Sosialisasi Bareng OJK

10 Maret 2019, 07:32:38 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun terus mendorong masyarakat agar makin melek soal keuangan. Pasalnya, saat ini masih banyak warga yang tertipu dengan model investasi ‘bodong’.

Untuk memberikan pemahaman pada masyarakat agar tidak mejadi korban dari kejahatan investasi dan pinjaman, legislator Golkar itu terjun langsung ke masyarakat dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kali ini Misbakhun bersama institusi yang dibentuk dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 itu masuk ke kampus Universitas Panca Marga (UPM) Kota Probolinggo, Jawa Timur. 

Ia hadir sebagai legislator yang membidangi keuangan dan perbankan untuk menjadi pembicara seminar nasional bertitel ‘Membedah Peran OJK dalam Masyarakat’ yang dihadiri ratusan mahasiswa. 

Menurut Misbakhun, masyarakat yang menjadi nasabah perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya hendaknya mengenali OJK. Sebab, lembaga itu memiliki fungsi penting dalam melindungi konsumen perbankan.

“OJK memiliki fungsi mengatur, mengawasi dan melindungi. Yang diatur dan diawasi adalah lembaga jasa keuangannya, sementara yang dilindungi adalah konsumen jasa keuangannya,” tutur Misbakhun pada JawaPos.com.

Dengan gaya rileks, wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Pasuruan dan Probolinggo itu menjelaskan, OJK memiliki peran vital dalam melindungi masyarakat konsumen perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Misbakhun pun terus mendorong masyarakat di Pasuruan dan Probolinggo agar makin melek soal jasa keuangan tak mau konstituennya menjadi korban investasi bodong.

“Saya memiliki tugas untuk menyosialisasikan OJK, sebagai tanggung jawab saya bagi masyarakat di dapil saya,” tuturnya.

Misbakhun menuturkan, hingga saat ini masih banyak yang belum mengetahui OJK. Bahkan, ada yang menganggap OJK sejenis layanan transportasi berbasis aplikasi. 

“Masih banyak masyarakat yang kalau ditanya apakah tahu OJK, tiba-tiba ada yang jawaba ‘saya punya aplikasinya mas’,” kata Misbakhun ditimpali gelak tawa peserta seminar.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menambahkan, banyak masyarakat yang belum mempelajari dan memahami sistem ataupun risiko investasi keuangan. Akibatnya, banyak yang tertipu lantaran tergiur keuntungan berlipat yang dijanjikan lembaga investasi abal-abal.

Ia lantas mencontohkan kasus penipuan First Travel yang merugikan puluhan ribu calon jemaah umrah. Bahkan, ada selebritas ternama yang terseret-seret kasus Fisrt Travel. 

“First Travel menawarkan janji investasi Rp 14 juta dan bisa umrah, padahal Kementerian agama menetapkan biayanya di atas Rp 20 juta,” kata Misbakhun di seminar yang dihadiri Kepala Subbagian Pasar Modal OJK Wilayah Malang Indrawan Nugroho Utomo itu.

Karena itu, masyarakat harus mencermati izin yang dikantongi lembaga investasi. Tidak cukup hanya izin perusahaan, sebab jika menawarkan jasa investasi harus seizin OJK.

Editor : Dimas Ryandi

Legislator Komisi XI Ini Gencar Gelar Sosialisasi Bareng OJK