alexametrics

Soal Partai yang Sinis dan Mencurigai, Ini Penjelasan Surya Paloh

9 November 2019, 09:55:26 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sempat menyinggung ada pihak-pihak yang mencurigai dan memaknai sinis pertemuannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Hanya saja, dia tak menyebut pasti siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.

Disinggung terkait hal itu, Surya Paloh masih saja bungkam siapa pihak yang dimaksud. Dia hanya mengatakan bahwa merasakan ada pihak-pihak yang memang sinis dan mencurigai.

“Yang mencurigai NasDem ya kami nggak tahu, tapi pasti ada bagaikan angin yang terasa di tangan saya nggak bisa tangkap dia, nggak terlihat tapi ada perasaan saja,” ujar Surya Paloh di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11).

Begitu juga saat disinggung mengenai pernyataan partai yang tidak Pancasilais, Surya Paloh tak mau menjelaskannya. “Ya siapa kami nggak tahu. Saya hanya menekankan Pancasila itu dari lima sila,” terangnya.

Pancasila dari 5 sila yang dimaksud Surya Paloh yakni pertama pernghornatan dan keyakinan kepada Tuhan. Menurutnya itu syarat mutlak yang harus dianut partai. Kemudian nilai pancasila lain yang harus diterapkan partai yakni persatuan, musyawarah mufakat, hingga keadilan sosial.

“Pikiran-pikiran ini kan yang memang kami miliki sebagai bagian dari ideologi yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Jadi kalau ada partai kita yang bawa marah aja, nah dua kurang Pancasilais,” jelas Surya.

Di sisi lain, Surya Paloh meminta tidak ada pihak yang meragukan kesetiaan NasDem terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. “Saya katakan jangan-jangan nanti NasDem yang paling setia (ke Jokowi), kan bisa juga. Ada orang yang ragu dan kita balas keraguan itu, jangan ragu-ragu. Berpikir positif saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Surya Paloh dalam pidatonya di pembukaan Kongres II Partai NasDem menyinggung terkait pertemuannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Menurut dia, sekarang mulai muncul intrik-intrik yang mengundang sinisme dan kecurigaan satu sama lain.

Baca juga: Alasan Surya Paloh Pilih Anies Ketimbang Jokowi untuk Buka Kongres

Surya Paloh menilai kondisi seperti ini tidak sehat dalam berbangsa dan bernegara. Ini bagian diskursus politik picik. “Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan,” kata Surya Paloh.

“Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain kecurigaan satu sama lain hingga kita berkunjung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini?,” imbuhnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads