JawaPos Radar

Polemik Politikus Gendoruwo

Rizal: Kalau Masih Waras, Berpolitik yang Bener lah

09/11/2018, 21:12 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Rizal Ramli
Ekonom senior Indonesia Rizal Ramli meradang dengan tingkah dan ucapan pasangan calon kedua kubu yang kerap membuat konflik yang tidak bermutu. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ekonom senior Indonesia Rizal Ramli meradang dengan tingkah dan ucapan pasangan calon kedua kubu yang kerap membuat konflik yang tidak bermutu. Padahal menurut dia, saat ini masyarakat Indonesia tengah ingin mendengar visi misi kedua paslon di pilpres 2019.

Demikian disampaikan Rizal saat menanggapi pernyataan Jokowi soal maraknya 'politikus Genderuwo'. Menurut dia, kedua pihak harus berhenti melontarkan pernyataan yang tidak substansial.

"Kasus Ratna Sarumpaet lah, kasus Boyolali lah, apalah. Memang isu ini ramai dan heboh tapi enggak membawa Indonesia ke arah kemajuan. Politik begini tidak sehat," kata Rizal di Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya Nomor 35, Jakarta, Jumat (9/11).

Karena itu, mantan menteri koordinator kemaritiman ini meminta seluruh pihak memainkan kembali politik yang benar. Pasalnya kata dia, saat ini rakyat menunggu apa yang ditawarkan oleh kedua paslon.

"Saya minta kalau masih waras, berpolitik yang bener lah, kompetisi yang bener. Rakyat kita pengennya makan daging, pengen makan Ikan, pengen makan ayam. Ayo dong calon calon, tawarkan menu itu," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, ucapan Jokowi soal politik Gendoruwo saat tengah mengeluhkan mengenai politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Dia bilang, beberapa di antaranya poitikus tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar nggak ya?" singgungnya.

Politikus-politikus yang dimaksudkan Jokowi itulah yang disebut sebagai Politikus Genderuwo. Menurutnya, cara-cara itu tidak beretika.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya 'politik genderuwo', nakut-nakuti," tegasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up