JawaPos Radar

Demokrat: Suasana Kebatinan Deddy Mizwar Masih Bergolak

09/09/2018, 16:04 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ferdinand Demokrat
Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan bahwa Dedddu diajak untuk masuk dalam timses Jokowi-Ma'ruf. (Igman Ibrahim/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Polemik dukungan Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di pilpres 2019 masih menjadi tanda tanya. Pasalnya sampai saat ini, kader Demokrat itu justru dikabarkan menjadi timses Jokowi-Ma'ruf.

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan bahwa ada ajakan kadernya itu untuk masuk dalam timses Jokowi-Ma'ruf. Hal itu pun disebutkannya diminta langsung oleh bakal cawapres Ma'ruf Amin.

Namun, kata Ferdinand, pihaknya memastikan bahwa aktor kondang Indonesia itu belum memutuskan untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf. Dia hanya ingin fokus memenangkan Demokrat di Jawa Barat.

"Beliau (Deddy Mizwar) menyatakan kepada Pak Irfan Suryanegara Ketua DPD kami, beliau tidak belum menyetujui akan bergabung dengan tim pemenangan Pak Jokowi. Dia menyatakan saya masih Demokrat dan saya akan memenangkan Demokrat di Jabar," kata Ferdinand di Kediaman SBY, Jakarta, Minggu (9/9).

Terkait dukungan pilpres, dirinya mengaku memaklumi sikap Deddy Mizwar yang cenderung enggan mendukung Prabowo-Sandi. Ia pun menduga ada alasan lain ihwal kenapa Deddy seolah tak ingin dukung pasangan yang dijagokan partainya.

"Beliau (Deddy) mungkin saya maklumi ya bagaimana perasaan beliau saat ini karena ketika beliau menjadi gagal cagub yang didukung Gerindra dan PKS. Jadi hal-hal ini tentu membuat situasi kebatinan beliau masih bergolak dan memang agak enggan mendukung Pak Prabowo-Sandiaga Uno secara pribadi," ungkapnya.

Atas dasar itu, Ferdinand mengaku akan memberikan dispensasi khusus kepada Deddy. Apalagi saat ini koleganya itu telah komit untuk memenangkan Demokrat di pemilu mendatang.

"Terkait dengan pilpres mungkin nanti juga yang begini kami memberikan dispensasi-dispensasi khusus lah karena partai ini kan harus bijak ya terhadap semua kader sehingga tidak terjadi bentrokan dan tidak terjadi konflik di internal kita," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up