Bantah Sekjen PSI, Elite Gerindra: Sandi Melakukannya karena Cinta

09/09/2018, 13:36 WIB | Editor: Imam Solehudin
Cawapres Sandiaga Uno usai menukarkan mata uang dolar miliknya di Jakarta. Elite Gerindra membantah pernyataan Sekjen PSI bahwa Sandi mengambil untung ketika aksi menukarkan dolar miliknya (Ist/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Tudingan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni soal Sandiaga Uno, dibantah elite Gerindra. Ketua DPP Gerindra, Nizar Zahro menegaskan bahwa aksi menukar dolar Sandiaga sama sekali tak memikliki niat mengambil untung.

Sebelumnya Raja Juli menyebut Sandiaga Uno memanfaatkan isu turunnya nilai tukar rupiah.

"Jika tindakan ini salah, maka sebaiknya Sekjen PSI menawarkan ide yang brilian bagaimana peran warga negara dalam membantu pemerintah," kata Nizar dalam keterangannya, Minggu (9/9).

Menurut Nizar, alasan Sandiaga Uno menukarkan 40 persen dollar AS karena didasari sebagai bentuk ketaatan warga negara. Ini juga sesuai instruksi Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Tidak ada motivasi ambil untung. Karena jika mau ambil untung, maka langkah yang tepat adalah memborong dollar sebanyak-banyaknya. Tapi Sandi lebih memilih menukarkan dollarnya dari pada menahannya," papar Nizar.

Nizar menilai, niat bakal calon wakil presiden (Cawapres) tersebut dilakukan untuk cinta terhadap negara. Bahkan mempunyai keinginan untuk menaikan nilar tukar rupiah.

"Murni hanya untuk bela negara. Makanya setelah menukarkan dollarnya, Sandi kemudian menggunakan uang tersebut untuk menolong saham BUMN yang ikut jeblok akibat melemahnya rupiah," ujarnya.

Oleh karena itu, Nizar menilai atas perpaduan antara pemerintah dan pengusaha yang diwakilkan Sandiaga telah berhasil menjinakkan rupiah. Bahkan dimungkinkan mampu menguatkan kembali indeks harga saham.

"Hasil yang bagus ini patut dijaga dan dirawat bersama. Sejenak tinggalkan dulu kepentingan Pilpres. Mari berangkulan bersama antara dikotomi penguasa dan oposisi. Pak Prabowo sudah berpesan agar para kader Gerindra untuk ikut urun rembug dalam mencari solusi memperkuat nilai rupiah," pungkasnya.

Sebelumnya, Sandiaga menukar dollar AS miliknya di money changer Dua Sisi, Plaza Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

Sandiaga mengaku sudah menukar hampir 40% dolar AS yang dimilikinya. Alhasil, dia mengklaim kalau hampir seluruh hartanya dalam bentuk rupiah.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi