JawaPos Radar

Bamsoet Senang Rumahnya Jadi Tempat Erick dan Sandi Berpelukan

09/09/2018, 16:35 WIB | Editor: Imam Solehudin
Bamsoet
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyambut positif sikap yang ditunjukan Erick Thohir dan Sandiaga Uno. Kendati berada di kubu berbeda dalam Pilpres 2019, keduanya tetap memperlihatkan suasana keakraban. (Intan Permata/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keinginan Erick Thohir untuk berpelukan dengan Sandiaga S Uno akhirnya terkabul dalam waktu kurang dari 24 jam. Keduanya bertemu saat menghadiri akad nikah putra Ketua DPR Bambang Soesatyo di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9) siang.

Erick dan Sandi sebenarnya bersahabat sejak kecil. Namun, kini keduanya dalam posisi berseberangan karena Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sandi saat ini menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto. Sedangkan Erick dipercaya memimpin Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi - Ma’ruf).

Adapun momen Erick dan Sandi bersalaman dan berpelukan berlangsung tak lama. Erick yang hendak meninggalkan rumah dinas ketua DPR berpapasan dengan Sandi yang baru saja tiba.

Keduanya lantas bersalaman, ngobrol sebentar dan berpelukan. Momen itu seolah menjawab harapan Erick yang saat menyampaikan pidato pertama sebagai ketua TKN Jokowi - Ma’ruf, Jumat (7/9) mengaku ingin berpelukan dengan Sandi.

Bambang Soesatyo yang rumah dinasnya menjadi lokasi momen bersejarah itu pun ikut bahagia. Menurutnya, momen Erick dan Sandi berpelukan itu bisa menjadi penyejuk di tengah meningkatnya suhu politik jelang pilpres tahun depan.

"Sudah seharusnya masing-masing kubu capres menunjukan kesejukan ke masyarakat. Sandiaga dan Erick sudah bersahabat lama. Keduanya juga memiliki latar belakang pengusaha. Saya yakin ini akan memperkecil perselisihan antara dua kubu yang bertarung dalam pilpres," papar Bambang.

Politikus Golkar yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet itu juga meminta kepada Sandiaga dan Erick untuk menghindari penggunaan kampanye hitam. Sebab, kampanye hitam hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Bamsoey menegaskan, jabatan presiden sebagai sebuah amanah harus diraih dengan cara-cara bijaksana. Sebab, tujuan akhirnya demi kesejahteraan rakyat.

“Jangan gunakan kampanye hitam yang hanya akan mengorbankan persaudaraan antar anak bangsa. Mari bersama muliakan dan sejahterakan rakyat, karena sejatinya kedaulatan ada di tangan rakyat," pungkas mantan ketua Komisi Hukum DPR itu.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up