JawaPos Radar

Sekjen MDHW: Kiai Maruf Amin itu Jimatnya NU

09/08/2018, 23:00 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Maruf Amin
Kiai Maruf Amin dikenal sebagai tokoh Islam yang disegani oleh kaum NU dan banyak memiliki pengalaman di pemerintahan. (Fedrik/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) mendukung penuh keputusan Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih Kiai Maruf Amin sebagai calon wakil presidennya di Pilpres 2019. Pasalnya, tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai capres di 2024.

"Pilihan cawapres dari kelompok Islam merupakan perpaduan sangat ideal bagi konsep pembangunan Indonesia di masa mendatang. Dan Kia Maruf Amin pilihan yang tepat," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB MDHW Hery Haryanto Azumi pada JawaPos.com, Kamis (9/8).

Hal itu, menurut Hery, karena Indonesia memang terdiri dari dua kelompok besar, yakni kelompok nasionalis dan Islamis. Keduanya, menurut Hery, harus bersatu padu dalam membangun bangsa. Sebab, perpaduan dua arus besar itu mampu meredam potensi konflik sosial.

"karena keduanya merupakan kekuatan terbesar di republik ini. Sejarah juga mencatat Indonesia didirikan oleh para founding fathers yang terdiri dari kelompok nasionalis dan Islam,” kata Hery.

Menurut Hery, Kiai Maruf merupakan ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mempromosikan pendekatan baru dalam bidang pembangunan ekonomi Indonesia, yaitu apa yang disebut sebagai "Arus Baru Ekonomi Indonesia". 

"Kiai Ma'ruf punya pendekan baru dalam bidang ekonomi, yakni Arus Baru Ekonomi Indonesia. Pendekatan ini menyelamatkan Indonesia dari konflik yang tidak perlu antara pengusaha, pemerintah dan rakyat. Ini adalah pendekatan yang sangat genuine," tambah Hery.

Apalagi, lanjutnya, KH Ma'ruf Amin selain sebagai sosok yang dituakan dan mampu mengayomi semua kelompok, juga tidak punya ambisi untuk maju sebagai capres di 2024.

"Kiai Ma'ruf itu dinilai mampu mengayomi segenap kelompok, baik Islam maupun non Islam. Terlebih lagi, beliau tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai capres di 2024. Ini lebih mungkin diterima oleh semua partai," paparnya.

Meski begitu, menurut Hery, posisi Kiai Maruf sebagai Rais Aam PBNU dan Ketua MUI tidak boleh dipermainkan. Hery berpandangan bahwa Kiai Ma'ruf adalah jimat NU dan umat Islam seluruhnya. 

"Kiai Ma'ruf itu jimat NU dan umat Islam seluruhnya. Diharapkan beliau akan terus menjembatani perbedaan antara kelompok," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up