alexametrics

Gerindra Ajukan Syarat Rekonsiliasi, TKN: Sulit Diwujudkan

9 Juli 2019, 14:53:51 WIB

JawaPos.com – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bakal melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, yang juga bekas kontestas Pilpres 2019 Prabowo Subianto. Pertemuan itu sebagai rekonsiliasi dari panasnya Pilpres yang baru saja digelar.

Saat dikonfirmasi, ‎Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, syarat adanya rekonsiliasi salah satunya adalah memulangkan Imam Besar F‎ront Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Sehingga hal ini mesti bisa diwujudkan oleh Presiden Jokowi.

“Ya keseluruhan (pemulangan Rizieq Shihab),” ujar Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/7).

Muzani menjelaskan, selain meminta Presiden Jokowi memulangkan Habib Rizieq, ada syarat lain yakni, menghentikan adanya kriminaliasi terhadap para pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Sebab menurut Muzani banyak pendukung Prabowo-Sandi yang berurusan dengan pihak kepolisian.

“Sehingga supaya perbedaan pendapat, pandangan yang tajam ini bisa mengendor karena proses-proses seperti itu,” katanya.

Wakil Ketua MPR ini tidak ingin rekonsiliasi hanya bagian dari pencitraan politik saja. Pasalnya adanya kesungguhan hati supaya masyarakat bisa bersatu kembali. Polarisasi di masyarakat harus segera dihentikan dengan rekonsiliasi. Namun tujuannya bukan untuk pencitraan politik.

“Jadi bukan sekadar dagangan politik, bukan sekadar bualan. Tapi islah, penyatuan kembali. Perbedaan pandangan menjadi satu energi bagi Indonesia dalam menata ke depan,” ungkapnya.

Terpisah, kepada JawaPos.com Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga mengatakan permintaan Partai Gerindra sulit direaliasasikan. Sebab Presiden Jokowi tidak ingin mengintervensi kasus hukum.

“Persoalan kriminal tidak ada hubungannya dengan Pilpres atau politik. Semua proses hukum harus dilalui. Kita tidak boleh intervensi masalah hukum,” tegas Arya.

Menurut Arya apabila tidak ada masalah hukum. Habib Rizieq bisa pulang saja ke tanah air. Bahkan menurut dia Imam Besar FPI itu tidak pernah diusir dari Indonesia. Sehingga tidak ada masalah apabila ingin pulang.

“Kapanpun beliau mau pulang silakan‎. Karena bangsa kita atau pemerintah tidak pernah mengusir,” pungkasnya.

Sekadar informasi, ‎Imam Besar FPI Rizieq Shihab sampai dengan saat ini tak kunjung pulang ke Indonesia. Awalnya Rizieq Shihab pergi ke Mekkah melakukan umrah bersama keluarganya untuk menunaikan nazar atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 silam. Namun sudah dua tahun sejak kepergiannya, 26 April 201‎7, Habib Rizieq belum juga kembali ke tahah air.

Dalam berbagai kesempatan, kuasa hukum Rizieq Shihab, Eggi Sudjana, menyebutkan alasan FPI itu belum kembali ke Indonesia untuk menghindari konflik antara pendukung Rizieq dan pemerintah.

Pada Milad FPI ke-19, Rizieq Shihab menyinggung soal alasan kepergiannya dari Indonesia. Lewat rekaman suara yang diperdengarkan di Stadion Kamal, Petamburan, Rizieq menyinggung tentang konsep hijrah dalam Islam.

“Ingat, hijrah bukan sembunyi, hijrah juga bukan lari. Tapi, hijrah untuk lindungi diri, hijrah untuk selamatkan negeri, dan hijrah untuk atur strategi, dan hijrah untuk atur strategi,” kata Rizieq Agustus 2017 silam.‎

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads