JawaPos Radar

TGB Pilih Dukung Jokowi, SBY Masih Galau Tetapkan Sanksi

09/07/2018, 23:45 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Jokowi dan TGB
Presiden Jokowi saat bersama Gubernur NTB TUan Guru Bajang Zainul Majdi. (ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) masih tetap menjadi Anggota Majelis Tinggi Demokrat, meskipun sikap politiknya bersebarangan dengan sang Ketua Umum. Pasalnya sampai saat ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum memutuskan dukungan politiknya terkait Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan mengaku belum bisa memastikan soal ada atau tidaknya sanksi bagi TGB yang merupakan gubernur NTB dua periode itu. Pasalnya, belum ada pembahasan terkait manuver kader seniornya.

SBY
Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih belum memberikan komentar terkait dukungan TGB kepada Jokowi. (JawaPos.com)

"Kami belum bahas. Itu juga bukan bidang saya, itu bidangnya Dewan Kehormatan Partai Demokrat," ujar Syarief usai pertemuan Majelis Tinggi PD di rumah SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/7).

Lalu apakah partai Demokrat memilki sanksi bagi kader yang menyatakan sikap politik mendahului keputusan resmi partai? menjawab hal itu, Syarief kembali menyatakan bahwa sampai saat ini TGB masih tetap kader Demokrat.

"Jadi soal itu (sanksi) itu wilayah dewan kehormatan partai," pungkasnya.

Sementara itu, TGB menyatakan bahwa dirinya berharap masih di Partai Demokrat. Meskipun sikap pribadi politiknya dinilai berseberangan dengan parpol. Karena samapi saat ini Demokrat belum menentukan dukungan terkait pilpres 2019.

"Soal risiko dukung Pak Jokowi, saya tidak merasa gimana-gimana, biasa-biasa saja, saya menjalani ini dengan banyak syukur dan bersabar, dan selama menyampaikan sesuatu berdasarkan keyakinan dan nilai-nilai islam, apapun bisa dihadapi," ujarnya.

Saat ditanya resiko harus keluar dari Partai Demokrat, TGB berharap itu tidak terjadi. "Mudah-mudahan tidak sampai seperti itu, setiap orang punya rasionalitas masing-masing," ujarnya.

TGB juga menyatakan, apa yang ia sampaikan adalah semata-mata untuk kepentingan dan kemaslahatan warga Nusa Tenggara Barat. Keputusan itu ia ambil setelah 4 tahun ia melihat adanya pecah belah umat, terutama pasca Pemilihan Umum Kepala Daerah.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up