alexametrics

Kivlan Zein: Masa kita Dibilang Setan Gundul

9 Mei 2019, 22:17:23 WIB

JawaPos.com – Pernyataan Wakil Sekjen (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief soal ‘Setan Gundul’ menuai polemik dan menyeret beberapa tokoh nasional yang berada di lingkaran Prabowo. Termasuk, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen yang mengaku geram dengan ucapan anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Kivlan juga membantah bahwa ada ‘setan gundul’ di kubu pasangan calon 02 yang telah memberikan informasi menyesatkan kepada Prabowo. Mantan Pangkostrad ABRI itu bahkan menuding balik bahwa Andi Arief lah yang sebenarnya merupakan sosok di balik ‘setan gundul’ tersebut.

“Dia (Andi Arief) yang setan gundul, dia yang setan. Masa kita dibilang setan gundul,” ujar Kivlan di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/5).

Kivlan lantas menyatakan, Partai Demokrat merupakan partai yang tidak punya pendirian di pilpres 2019. Selama ini, pihaknya juga telah menduga, Ketua Umum Partai Demokrat SBY menjadi pihak yang ingin menjegal pencapresan Prabowo.

“Dia (SBY) mau mencopot Prabowo supaya jangan jadi calon presiden dengan gayanya segala macam. Saya tahu sifatnya, mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY,” tuturnya.

Kivlan juga mengaku, dirinya selalu menganggap SBY orang yang licik dalam kancah politik nasional. SBY, menurut dia, tidak ingin ada jenderal TNI yang lain selain dirinya yang berhasil menjadi Presiden RI.

“Dia (SBY) orangnya licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia. Saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean mengatakan, tudingan yang dilemparkan Kivlan dinilai berlebihan. Menurut Ferdinand, selama ini SBY selalu berjuang keras memenangkan Prabowo di pilpres 2019.

“Pak SBY berjuang keras untuk memenangkan Prabowo-Sandi. Tetapi Pak Prabowo yang banyak tidak melakukan arahan dan masukan dari Pak SBY,” kata Ferdinand kepada wartawan, Kamis (9/5)

Lebih lanjut, Ferdinand menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Kivlan terkesan seperti mencari-cari musuh baru. Sebaliknya, dia meminta kerabat Prabowo itu untuk tidak banyak berbicara yang tidak produktif dihadapan media massa.

“Saran saya, mohon maaf kepada Pak Kivlan, tidak ingin menggurui. Tetapi sebaiknya pak Kivlan tidak usah terlalu banyak bicara yang tidak produktif, yang kontra produktif terhadap pemenangan Pak Prabowo,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim