alexametrics

Wasekjen Golkar: GMPG Tak Mungkin Bermain Sendiri

9 Maret 2018, 19:12:03 WIB

JawaPos.com – Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) dinilai telah ditunggangi elite-elite di partai beringin yang merasa diganggu kepentingannya.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasesjen) Partai Golkar Viktus Murin.

Adapun elit yang dimaksud adalah mereka yang tidak diakomodaisi dalam kepengurusan Golkar pimpinan Airlangga Hartarto, atau yang tidak suka dengan figur ketua umum baru tersebut.

“Mereka tidak murni mau membersarkan Golkar. Kami curigai ada elit-elit Golkar di belakang mereka yang merasa kepentingannya terganggu. GMPG tidak mungkin bermain sendiri,” ujar Viktus dalam pesan singkatnya, Jumat (9/3).

Sebagaimana diketahui, GMPG menolak penunjukkan Melchias Markus Mekeng sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, menggantikan Robert Jopie Kardinal.

Mereka juga aktif mengkritik kepemimpinan Airlangga sejak dilantik sebagai ketum, tepatnya pada Desember 2017.

Dalam penujukkan Mekeng, inisiator GMPG Siradjudin Abdul Wahab curiga pergantian dilakukan Ketua Fraksi Partai Golkar itu untuk menekan KPK. Alasannya agar KPK tidak memproses Mekeng dalam dugaan korupsi proyek e-KTP.

Namun kata Viktus, kecurigaan Sirajuddin itu ngawur dan tendensius. “Apa korelasinya antara jabatan Ketua Fraksi dengan pekerjaan KPK?” ketusnya.

Posisi Golkar terhadap eksistensi KPK menurutnya sejak awal sudah jelas yakni mendukung upaya-upaya penguatan KPK.

“Bagaimana mungkin Fraksi Partai Golkar bertindak di luar kebijakan partai? Ini kan ngawur,” tambah mantan Sekjen Presidium GMNI ini.

Menurutnya, pernyataan Sirajuddin itu adalah serangan politik terhadap Airlangga dan juga Mekeng.

Sebab, dengan pernyataan tersebut, GMPG seakan tidak mengakui Airlangga sebagai ketum karena dianggap salah telah menunjukkan Mekeng.

Sementara itu, dia menyarankan lebih baik GMPG produktif dalam mengelaborasi problematika kebangsaan dan kemasyarakatan berbasis ide-ide.

GMPG juga harus berjuang berdasarkan spirit karya-kekaryaan sebagaimana yang menjadi karakter Partai Golkar.

Lagi pula, GMPG bukan bagian dari struktur resmi Partai Golkar.

Namun, apabila orang-orang yang berhimpun di sana masih merasa sebagai kader Golkar, kata Viktus, seharusnya memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah dan martabat Golkar.

“Bukan menggerogoti dan merongrong kepemimpinan Airlangga,” pungkasnya

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (mam/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Wasekjen Golkar: GMPG Tak Mungkin Bermain Sendiri