alexametrics

Survei, Pernyataan Giring Berimbas pada Elektabilitas PSI

9 Januari 2022, 15:47:08 WIB

JawaPos.com – Ketua umum PSI Giring Ganesha kerap mengeluarkan pernyataan kontroversi. Tak jarang ungkap-ungkapannya itu memicu kehebohan.

Peneliti Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research Reza Reinaldi menyebut bahwa ada beberapa pernyataan Giring yang memicu heboh. Di antaranya saat peringatan HUT Ke-7 PSI. Dalam pidatonya Giring menyatakan bahwa Indonesia bakal suram jika dipimpin oleh sosok pembohong dan pernah dipecat oleh Presiden Jokowi.

Selain itu, Giring kerap menjadikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai sasaran tembak.

“Strategi PSI menjadikan Anies sebagai sasaran tembak didasarkan pada tingginya elektabilitas Anies dalam bursa calon presiden. Baik PSI maupun Anies sama-sama sedang berupaya untuk merangsek ke pertarungan di tingkat nasional,” ujar Reza Reinaldi dalam keterangan persnya, Minggu (9/1).

Dengan beragam pernyataan tersebut, kata Reza Reinaldi, elektabilitas PSI ikut terimbas. Dalam survei yang digelar indEX Research pada 26 Desember 2021 – 5 Januari 2022, PSI disebutkan mendapat elektabilitas mencapai 5,4 persen.

Survei itu mengambil sampel responden sebanyak 1.200 orang yang tersebar di seluruh provinsi. Semuanya dipilih secara acak bertingkat. Responden pun diwawancara secara tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Reza mengklaim margin of error surveinya lebih kurang 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain memotret PSI, indEX Research juga melihat elektabilitas parpol lainnya. Dari temuan survei itu, elektabilitas Golkar dan Demokrat mengalami penurunan dalam tiga bulan belakangan. Golkar turun dari 8,7 persen menjadi 7,0 persen; sedangkan Demokrat anjlok dari 10,6 persen menjadi 4,9 persen.

Menurut dia, Demokrat tampaknya kehilangan momentum seiring redanya konflik di tubuh partai berlogo mercy tersebut. Golkar meskipun turun tetapi kembali ke posisi ketiga, di bawah PDIP dan Gerindra. PDIP di posisi pertama elektabilitasnya mencapai 16,7 persen dan disusul Gerindra 13,5 persen.

“Elektabilitas partai-partai politik cenderung stagnan, sementara itu Golkar dan Demokrat turun,” kata Reza Reinaldi.

Dia menambahkan, dari survei tersebut terdapat beberapa parpol berpotensi tidak kembali ke Senayan. Parpol itu adalah PPP (2,5 persen) dan PAN (1,1 persen).

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads