JawaPos Radar

PKS Keluhkan Masyarakat Takut Berikan Kritik Karena Dibully Netizen

08/09/2018, 17:47 WIB | Editor: Kuswandi
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera, dalam acara gerakan 2019 ganti presiden (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Saat ini perang tagar di media sosial terus saja terjadi, seperti ada yang menginginkan Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden dua periode dengan hastag #2019TetapJokowi. Ada pula yang tidak menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden di 2019 dengan hastag atau tagar #2019GantiPresiden.

Namun demikian rupanya ada ketakutan dari masyarakat untuk bersuara lewat tagar #2019GantiPresiden, dan juga melakukan kritik terhadap pemerintah.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Fathul Bari mengatakan, saat ini masyarakat sedikit takut untuk melakukan kritik ke pemerintah atau memakai tagar #2019GantiPresiden. Karena setelah mengkritik mereka langsung diserang oleh para netizen.

"Jadi begitu mengkritik langsung dihajar sebegitunya. Padahal belum tahu juga kalau itu akun-akun robot," ujar Bari dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (8/9).

Menurut Bari, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera pun 'mendobrak' para netizen tersebut dengan tetap bersosialisasi #2019GantiPresiden. Hal itu semata-mata kritik yang disampaikan adalah tujuan baik bagi pemerintah. Terlebih kritik itu dilindungi oleh konstitusi.

‎"Itulah makanya latar dari #2019GantiPresiden kenapa jadi tren, karena Pak Mardani jadi salah satu orang yang mendobrak untuk melakukan kritik," katanya.

Bari mengatakan, kritik adalah bagus dalam iklim demokrasi saat ini. Pemerintah apabila anti kritik sama saja mengingkari demokrasi yang sudah berjalan lama di Indonesia.

"Bahkan negara tanpa kritik, tanpa kontrol akhirnya jadi otoriter. Sehingga kita perlu mengedepankan semangat demokrasi itu," ungkapnya.

Oleh sebab itu dia berharap, masyarakat jangan takut melakukan kritik lewat media sosial. Jangan takut menjadi bahan bully netizen. Karena kritik yang dilakukan sifatnya adalah membangun. Supaya pemerintah tetap berjalan lurus, tidak melenceng dari tujuan negara.

"Bagi saya penting ya untuk menekankan masyarakat tidak perli khawatir melajukan kritik, apalagi khawatir dibully netizen," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up