alexametrics

Fahri Hamzah Sebut KIB Persekongkolan, Ketua DPP PPP: Dia Itu Stres!

8 Juni 2022, 15:54:21 WIB

JawaPos.com – Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah yang menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) besutan Golkar, PAN dan PPP, seperti sekelompok orang yang tengah berkumpul di pos ronda lantaran dinilai tak paham sistem presidensial, membuat PPP berang. Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi mempertanyakan maksud Fahri Hamzah tersebut.

Menurut Awiek, sapaan akrab Ahmad Baidowi, Fahri Hamzah seperti sedang mengigau lantaran partainya belum pasti lolos KPU untuk jadi peserta Pemilu 2024. ’’Itu Fahri Hamzah itu lagi ngomong rasional, lagi ngigau atau lagi mimpi ya? Ya urusan kita lah, KIB mau membentuk koalisi Indonesia Bersatu,” kata Awiek kepada wartawan, Rabu (8/7).  ’’Ya mungkin dia stres aja kan Partai Gelora belum tentu lolos menjadi peserta pemilu apalagi ngusung calon presiden,” imbuhnya.

Awiek menyarankan, Fahri Hamzah untuk bersikap seperti layaknya politisi pada umumnya. Tidak justru menjadi pengamat politik hingga melontarkan statemen demikian.

“Itu kayak jadi pengamat, yang masuk akal itu kalau Partai Gelora menjadi peserta Pemilu dan bisa mengusung calon presiden, namanya kontestan peserta pemilu, bukan menjadi penganat partai politik. Kalau Fahri Hamzah mengibaratkan KIB sekumpulan orang di pos ronda, ya kalau kita melihat Fahri Hamzah kayak orang teriak-teriak di tengah gurun pasir, nanti dia kehausan sendiri, kebingungan cari air minum,” tegas Awiek.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritisi adanya koalisi untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres). Dia menyebut koalisi untuk Pilpres tersebut merupakan hal yang keliru, lantaran itu hanya berorientasi persengkongkolan.

“Dalam sistem presidensial tidak ada koalisi, sebab dalam sistem presidensial itu, rakyat itu memilih presiden, berkoalisi dengan rakyat, DPR dipilih oleh rakyat sebagai pengawas dan oposisi terhadap eksekutif, dan tidak ada koalisi. Sebenarnya tidak boleh berkoalisi di dalam sistem presidensial, sebab itu artinya persekongkolan,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6) kemarin.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: