alexametrics

Ikuti Saran SBY, Tunjukkan Kebinekaan

8 April 2019, 10:18:25 WIB

JawaPos.com – Kampanye akbar pasangan Prabowo-Sandi sempat memunculkan dinamika. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengirimkan surat. Dalam surat tersebut, SBY menyatakan, dirinya menangkap kesan bahwa kampanye yang menghadirkan lautan manusia itu berpotensi tak lazim karena hanya menjadi ajang unjuk kekuatan.

Namun, pada praktiknya, Demokrat menyampaikan apresiasi karena kampanye akbar tersebut akhirnya mengikuti saran SBY.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin membenarkan bahwa SBY memang menyampaikan surat untuk jajaran internal Partai Demokrat. Surat itu ditujukan kepada Amir, Wakil Ketua Umum Syarief Hasan, dan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan.

Surat itu berisi permintaan agar kalangan internal Partai Demokrat memberikan masukan supaya kampanye yang digelar memiliki nuansa inklusif. Hal tersebut SBY ungkapkan setelah mengetahui rencana kampanye akbar itu pada Sabtu (6/4). Saat itu juga SBY mendapat setup dan rundown kampanye akbar tersebut.

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat menghadiri kampanye terbuka di Stadion GBK, Minggu (7/4). (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

“Pak SBY mengingatkan, tidak ada salahnya kita tetap harus mengingat keberagaman kita. Itu adalah satu hal yang sangat perlu selalu kita jaga,” kata Amir kepada wartawan kemarin (7/4).

Menurut Amir, SBY meminta kampanye tidak menjadi ajang show of force. Dalam arti, kampanye bukanlah unjuk kekuatan di bidang ideologi, agama, ataupun etnis tertentu. Kampanye harus mencerminkan kebinekaan dan persatuan. “Tidak ada pertentangan. Pak SBY mengingatkan sebelumnya dan alhamdulillah kampanye akbar Prabowo-Sandi hari ini (kemarin, Red) berjalan baik,” ujar dia.

Awalnya, kampanye pasangan 02 itu dijadwalkan berisi munajat dan tausiah untuk mendoakan kemenangan Prabowo-Sandi. Saat acara berlangsung, ada jadwal penyampaian pandangan dari perwakilan agama lain. Antara lain, Pendeta Benyamin Daniel Waroka yang mewakili Kristen Protestan dan Haposan Batubara yang mewakili Katolik. Lalu, Erwanto yang merepresentasikan Buddha.

Wakil Ketua BPN Fadli Zon memastikan bahwa tidak ada upaya untuk menonjolkan kelompok atau golongan agama tertentu dalam kampanye di GBK. Menurut dia, penyampaian pandangan dari sejumlah tokoh agama selain Islam sudah menjadi bukti. “Kita tadi juga lihat ada sambutan dari tokoh-tokoh agama, tidak hanya dari kalangan ulama, habaib, tapi ada dari tokoh agama Kristen, agama Hindu, agama Buddha juga. Menunjukkan bahwa kita ini adalah Indonesia Raya, bagian dari NKRI yang tidak terpisahkan,” kata Fadli seusai kampanye.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (bay/c11/oni)



Close Ads