alexametrics

Pembangunan di Indonesia Seperti Poco-Poco, Mega Ingin GBHN Hidup Lagi

8 Maret 2018, 16:44:54 WIB

JawaPos.com – Presiden Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri mempunyai keinginan untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), yang selama ini telah hilang dalam sistem tata pemerintahan.

Megawati juga mengaku sudah berbicara dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk melakukan amandeman Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, untuk menghidupkan kembali GBHN.

“Pemerintahan yang disusun berdasarkan Pancasila dn UUD 1945 sudah selayaknya dan sudah seharusnya ditetapkan kembali GBHN,” ujar Megawati saat pidato politiknya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinagor, Kamis (8/3).

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menambahkan, saat ini setiap pergantian kepala daerah. Selalu diiringi adanya pembuatan baru visi dan misi.

“Bayangkan dari presiden harus dibuat visi dan misi, terus sampai bupati dan wali kota,” katanya.

Jadi menurut Megawati, saat ini visi misi kepala daerah dan juga presiden hanya sebatas jangka pendek saja. Sehingga perlu dihidupkan kembali GBHN. Itu dilakukan supaya rencana program-program besar pemerintah dan daerah ‎tidak berganti-ganti.

“Meskipun setelah diganti oleh orang lain,” ungkapnya.

Megawati mengambarkan pembangunan di Indonesia seperti tarian Poco-Poco, maju dan mundur tanpa adanya arah keajuan yang jelas.

“Jadi saat berganti pemerintahan bisa saja lalu jalan ke belakang,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Megawati pun mengajak Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk merenung, bagaimana selama ini negara maju bisa langsung berjalan. Karena memang sudah disediakan konsep jangka panjang.

“Hal-hal seperti itu saya merasa heran. Kenapa tidak pernah ada evaluasi bagi kenegaraan kita dan tata pemerintahan kita,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (gwn/JPC)



Close Ads
Pembangunan di Indonesia Seperti Poco-Poco, Mega Ingin GBHN Hidup Lagi