alexametrics
Pemilu 2019

Elektabilitas Demokrat Terancam Gara-gara Andi Arief?

8 Januari 2019, 18:02:01 WIB

JawaPos.com – Manuver politik Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kerap menggegerkan jaga politik tanah air. Selain orang parpol, banyak juga kalangan yang kemudian mengkhawatirkan aksi mantan aktivis 98 itu.

Bahkan, Doktor Ilmu Politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino, Banten mengaku khawatir aksi Andi Arief bisa mengganggu elektabilitas Demokrat dan citra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

“Menurut saya, bukan tidak mungkin manuver Andi Arief itu akan menggerus suara Partai Demokrat pada Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan semakin cerdasnya pemilih di Indonesia,” kata Leo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/1).

Dalam analisisnya, Leo menilai, tidak sedikit pemilih Indonesia yang merespons negatif terhadap berbagai isu dan kabar bohong yang berseliweran di media sosial.

“Sebab para pemilih sudah jenuh dengan politik kotor yang selama ini ada,” paparnya. 

Leo mengaku dirinya belum bisa mengerti bagaimana logika Andi Arief, maupun logika petinggi PD seperti SBY yang membiarkannya bertindak. Khususnya terkait soal adanya 7 kontainer berisi surat suara sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok yang setelah dicek ternyata hoax.

“Saya menduga beredarnya kabar bohong demikian tentu saja diniatkan ‘menembak’ lembaga penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum,” kata Leo.

Karena itu, lanjut Leo, sebagai partai pemenang pemilu 2009, Leo menyayangkan bila PD tenggelam di pemilu 2019 hanya karena tak mengantisipasi faktor seperti Andi Arief. 

“SBY harus mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi menurunnya suara PD pada Pemilu 2019. SBY harus turun gunung untuk menyelesaikan hal ini,” ungkap Leo Agustino.

Diketahui, melalui akun twitternya, Andi Arief tampak terlihat tetep aktif merespon cuitan tim sukses pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Selain mengancam menggeruduk dan melaporkan ke Kepolisian, di akun media sosialnya, Andi Arief banyak mengeluarkan pernyataan kritikan pedas maupun sindiran.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Elektabilitas Demokrat Terancam Gara-gara Andi Arief?