JawaPos Radar

Elite Demokrat Komentari Foto Syur Diduga Azwar Anas

08/01/2018, 13:03 WIB | Editor: Imam Solehudin
Foto Azwar Anas
Salah satu foto syur diduga Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Foto ini diduga menjadi pemicu Azwar Anas mengundurkan diri dari kontestasi Pilgub Jawa Timur (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan mendukung keinginan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, untuk menghapus kampanye hitam (Black Campaign) selama Pilkada.

Hinca menyebut Pilkada adalah bagian dari pesta rakyat sehingga harus berjalan damai dan meriah. Oleh karena itu dirinya berharap setiap pasangan calon mau berkompetisi secara adil.

"Saya sepakat dengan sahabat saya bung Hasto, makanya sejak tanggal 3 (Januari) waktu kami rapat darurat dan tanggal 5 pidato politik pertama, kami mengingatkan untuk mengajak semua orang berpolitik dengan riang gembira tinggalkan politik SARA, kampanye hitam dan seterusnya," ucap Hinca di Wisma Proklamasi Jakarta, Minggu (7/1).

Hasto Menangis
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menangis kejer saat Azwar Anas Diserang black campaign (JawaPos)

Dalam kesempatan ini Hinca juga menyinggung tragedi black campaign yang menimpa kader PDIP Azwar Anas calon Gubernur Pilkada Jawa Timur. Akibat kampanye hitam tersebut, Azwar mundur dari pencalonannya di Jatim.

Hinca menyebut hal-hal keji seperti itu merusak proses keindahan Pilkada."Yang terjadi di Jatim itu saya pikir tidak patut, tidak pantas," tegas Sekjen Demokrat.

Maka dari itu, Hinca berharap segala tindak kampanye ilegal tidak muncul kembali.

"Biarlah proses Pilkada ini berlangsung riang gembira, karena ini proses hak asasi paling dalam bagi setiap warga Negara menentukan siapa yang menjadi Gubernurnya, Bupatinya, walikotanya atau wakilnya," pungkas Hinca.

Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim calon Gubernur Jatim Azwar Anas yang diusung oleh partainya, diserang kampanye hitam dengan menyebar foto-foto asusila.

"Sekarang tiba-tiba berubah dengan cepat, rakyatnya hidupnya lebih baik. Tapi kemudian hanya karena kekuasaan, lalu ada yang menggunakan cara-cara keji," kata Hasto dengan suara bergetar, Sabtu (6/1).

Akibat hal itu Hasto dengan lantang mengajak kepada masyarakat untuk melawan segala macam praktik politik kotor.

"Mulai hari ini marilah perangi praktik politik hitam. Siapa yang menghalalkan segara cara tidak dapat tempat di republik ini, yang mencintai kedamaian, beretika dan ber-Pancasila," pungkas Hasto.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up