alexametrics

Politikus PAN Minta Menag Fachrul Razi agar Belajar Agama Lagi

7 November 2019, 21:46:57 WIB

JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi diminta untuk belajar soal agama lagi. Saran itu diucapkan oleh Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Ali Taher Parasong.

Alasan Politikus PAN itu meminta menag belajar agama lagi, karena sudah saatnya isu radikalisme itu terlalu sering dimunculkan. Karena, dalam sejarah agama Islam, kalau tidak ada radikalisme, tidak pernah ada Namrud berjumpa dengan Ibrahim.

“Bahkan, jika tidak ada radikalisme, Musa tidak akan bertemu Firaun. Jika tidak ada radikalisme, maka Muhammad tidak akan bertemu dengan Abu Lahab atau Abu Jahal,” ujar Ali Taher dalam rapat kerja dengan Menag Fachrul Razi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut Ali Taher, kata radikalisme adalah akar dari sebuah persoalan teologis. Legislator asal daerah pemilihan Banten III ini berpendapat, yang keliru adalah menggunakan radikalisme pada konteks politik yang menghancurkan agama.

Dalam pandangannya, Ali Taher sepakat jika radikalisme digunakan untuk membangun peradaban dan melakukan perjumpaan peradaban. Dia tidak setuju jika radikalisme digunakan untuk menghantam negara, karena Islam mengajarkan kesatuan bangsa.

“Oleh karena itu, belajar lah tentang apa itu agama, Pak Menteri. Dan apa itu faith dan apa itu religion. Agama Pasal 29 adalah organisasi, sifatnya mengatur, bukan faith,” paparnya.

Faith itu, kata Ali Taher, adalah iman, wilayah itu jangan diganggu. Soal tugas agama dan pendidikan itu wilayahnya religion, termasuk soal kerukunan antaragama dan antarumat, juga hubungan antara pemerintah.

Karena itu, Ali Taher meminta Menag Fachrul Razi tidak mencampuri urusan iman seseorang.

“Jadi saudara harus banyak belajar tantang apa itu religion dan apa itu faith. Saya belajar sejarah peradaban. Tanpa agama, tidak pernah ada kata atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong keinginan leluhur dalam pembukaan UUD 1945,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Bung Karno melahirkan kemerdekaan ini dengan kata atas nama bangsa. Artinya menghimpun bangsa dengan seluruh kekuatan yang ada di dalamnya.

“Oleh karena itu belajarlah bijak di dalam memaknai adanya peraturan di Nusantara ini. Anda dan Kemenag menjadi wasit. Jangan sampai wasit ikut bermain di dalamnya, kemudian wasit kehilangan para pemain. Maka Anda sebagai wasit jalan sendirian. Hati-hati anda bisa ditinggalkan umat,” tegasnya.

Tidak lupa, politikus kelahiran Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengucapkan selamat kepada Fachrul yang telah dilantik sebagai menag, serta Zainut Tauhid selaku wakilnya.

“Saya ingin berpesan, selamat bertugas kepada saudaraku Fachrul, dan adindaku Zainut yang sejak kecil bersama saya. Selamat adindaku, senyummu memesona,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads