JawaPos Radar

Ketum Parpol Koalisi Prabowo-Sandi Kumpul Bahas Ekonomi, Ini Hasilnya

07/09/2018, 21:13 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Prabowo Sandi
Seluruh Ketua Umum partai politik koalisi pengusung Prabowo - Sandi melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan, Jumat (7/9). (igman/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Seluruh Ketua Umum partai politik koalisi pengusung Prabowo - Sandi melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan, Jumat (7/9). Hasilnya ada sejumlah pernyataan sikap soal persoalan perekonomian bangsa. 

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno didapuk sebagai figur yang membacakan sikap politik koalisi oposisi tersebut. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, pihaknya mengaku sangat prihatin dengan melemahnya kurs rupiah yang telah berkepanjangan.

Menurut Sandi, pelemahan rupiah ini akan memberatkan perekonomian nasional secara keseluruhan. Khususnya rakyat kecil yang cepat atau lambat nantinya akan menanggung kenaikan harga harga kebutuhan pokok.

"Termasuk harga kebutuhan makanan sehari-hari rakyat kecil, seperti tahu dan tempe," kata Sandi saat membacakan pernyataan sikap koalisinya. 

Kedua, lanjut Sandi, pelemahan kurs rupiah yang berkepanjangan dinilainya lantaran lemahnya fundamental perekonomian bangsa. Khususnya mengenai defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit). 

Selain persoalan itu, Sandi menyebutkan, pelemahan kurs rupiah juga berdampak pada sektor manufaktur yang menurun di bawah pertumbuhan ekonomi saat ini.

"Sektor manufakturing yang pernah mencapai hampir 30 persen PDB pada tahun 1997, sekarang tinggal 19 persen PDB. Hal ini tentu mengganggu ketersediaan lapangan kerja dan ekspor kita," ungkapnya. 

Sandi juga menambahkan, pelemahan fundamental ekonomi dinilainya tidak terlepas dari kekeliruan dalam orientasi dan strategi pembangunan ekonomi. Antara lain, tidak berhasilnya pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor.

"Seperti Beras, Gula, Garam, Bawang Putih, dan lain-lain," imbuhnya. 

Terkahir, Sandi meminta pemerintah perlu lebih waspada dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi keadaan yang tengah dihadapi bangsa. Antara lain dengan mendayagunakan ekonomi nasional.

"Hal ini untuk mengurangi impor pangan dan impor barang konsumsi yang tidak penting dan bersifat pemborosan, dan barang mewah yang ikut mendorong kenaikan harga-harga bahan pokok," ucapnya. 

"Selain itu mengurangi secara signifikan pengeluaran pengeluaran APBN & APBD yang bersifat konsumtif, seremonial, dan yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up