Usai Yosua Ditembak, Kuat Ma’ruf Ngaku Takut Dieksekusi oleh Sambo

6 Desember 2022, 10:23:40 WIB

JawaPos.com – Terdakwa Kuat Ma’ruf menyebut Ferdy Sambo tidak memerintahkan langsung Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dia mendengarnya adalah Sambo menyuruh agar Richard menghajar Yosua.

Keterangan ini sendiri mirip dengan kesaksian Ferdy Sambo. Mantan Kadiv Propam Polri itu bahkan membantah memerintahkan Richard menembak, namun perintah itu berupa penghajaran.

“Saya dengar bapak ‘Hajar Cad hajar Cad’ ditembak sama Richard. Der der Yosua tengkurep di samping tangga,” kata Kuat dalam persidangan terdakwa Richard dan Ricky Rizal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/12).

Setelah Richard menembak Yosua, Sambo terlihat menengok ke belakang. Kuat bahkan mengaku sempat merasa hendak ditembak juga seperti Yosua.

“Saya kira waktu itu saya mau ditembak juga, saya ketakutan. Karena saya berpikir bapak nengok-nengok begitu. Pikir saya saya juga mau ditembak waktu itu. Ternyata bapak maju ke depan, tembak-tembak tembok. Setelah tembak-tembak tembok bapak keluar,” jelasnya.

Diketahui, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Musababnya, dia bersama istrinya Putri Candrawathi dan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu merampas orang lain,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, bersama-sama dengan Putri, Richard, Ricky dan Kuat, Sambo pun terancam hukuman mati. Musababnya, mantan jenderal bintang dua tersebut dinilai melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan kesatu primer. Selain itu, Sambo juga dijerat Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu subsidair.

Editor : Eko D. Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: