Pemerintah Kalah Gugatan WTO, Cak Imin Sarankan Bentuk Aliansi

6 Desember 2022, 10:35:10 WIB

JawaPos.com – Indonesia kalah melawan Uni Eropa dalam gugatan larangan ekspor bijih nikel di World Trade Organisation (WTO). Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar menyatakan, kekalahan tersebut menunjukkan bahwa ada kekuatan global yang terus memaksa Indonesia untuk melakukan ekspor bahan mentah.

“Pembatasan/pelarangan ekspor bahan mentah merupakan policy nasional kita untuk mendorong kepentingan hilirisasi industri dalam negeri. Namun pemaksaan ekspor ini malah akan menguntungkan negara-negara lain, khususnya Barat,” kata pria yang karib disapa Cak Imin kepada wartawan, Selasa (6/12).

Cak Imin menekankan, perlunya perubahan policy perdagangan global, bahkan pergeseran orientasi hubungan luar negeri.

“Sekarang kita lihat juga bagaimana negara-negara barat sepakat membatasi harga minyak Rusia menjadi 60 dollar per barrel. Sebagai balasan atas policy OPEC+ yang mengurangi produksi minyak mereka sebanyak 2 juta barrel/hari,” ucap Muhaimin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, Indonesia perlu melakukan persekutuan dagang berbasis produsen komoditi. Hal ini penting, melakukan aliansi antarnegara berbasis komoditi.

“Misalnya untuk batubara, kita bisa membangun persekutuan dengan Afrika Selatan, Rusia, Australia sebagai sesama produsen. Untuk nikel bisa dengan Caledonia, Filipina, untuk gas bisa dengan Qatar, UEA, Kazakhstan, Rusia. Agar stabilitas harga dan pasokan terjamin, juga lebih mandiri menentukan kuantitas ekspor,” tegas Cak Imin.

Cak Imin menegaskan, Indonesia merupakan produsen nikel dan sawit terbesar dunia, penghasil timah nomor dua dunia, nomor empat di batubara dunia, serta pemilik cadangan gas terbesar se Asia Pasifik, dan produsen karet nomor enam.

“Kalau kita tidak bersekutu dengan sesama produsen, maka kita akan terus jadi sasaran pemaksaan dan blackmail dari negara-negara barat. Lah wong barangnya punya kita kok mereka yang maksa-maksa?,” pungkasnya.

Editor : Eko D. Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads