alexametrics

ICJR Minta Kasus Andi Arief Tak Dijadikan Bahan Serangan Politik

6 Maret 2019, 14:02:06 WIB

JawaPos.com – Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) angkat bicara terkait kasus yang membelit Andi Arief. Andi ditangkap di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3) malam, karena kasus dugaan penggunaan narkoba.

Direktur Program Institute For Criminal Justice Reform (ICJR), Erasmus Napitupulu meminta agar kasus penangkapan terhadap politisi Partai Demokrat Andi Arief tidak dipolitisasi. Apalagi sampai digunakan untuk saling serang.

“Di tengah masa kampanye saat ini, pembincangan mengenai ditangkapnya Andi Arief menjadi komoditas politik yang justru digunakan untuk saling serang,” ungkapnya, Rabu (6/3).

Erasmus menilai Andi Arief bukan satu-satunya politisi yang menjadi korbanpenyalahgunaan narkotika. Beberapa politisi terlepas dari posisinya sebagai oposisi maupun pendukung pemerintah, pernah menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

“Penggunaan narkotika sebagai komoditas politik makin membuat buruk stigmatisasi terhadap politisi,” tuturnya.

Disisi lain, bagi Erasmus dibanding mengaitkan dengan isu politik ada agenda besar yang sangat perlu mendapat perhatian lebih, yaitu reformasi kebijakan penanganan narkotika di Indonesia.

Menurut Erasmus, kebijakan pemerintah Indonesia yang masih banyak menghukum pidana penjara pengguna narkotika dinilai tidak efektif.

“Pemerintah terus mempropagandakan bahwa kebijakan narkotika yang punitif dengan menghukum pengguna narkotika akan efektif mengurangi penggunaan narkotika,” ujarnya.

“Padahal, negara-negara di dunia telah menyerukan bahwa pendekatan perang terhadap narkotika terbukti tidak efektif,” sambungnya.

Pada kenyataannya, Erasmus mengungkapkan bahwa kondisi penjara yang terlalu penuh dan minimnya pembinaan, justru berpotensi meningkatkan peredaran gelap narkoba.

Oleh karena itu, ICJR pun mendorong pemerintah melakukan reformasi kebijakan narkotika dengan pendekatan kesehatan masyarakat.

“UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika berisi pasal karet yang justru mengirim pengguna narkotika ke penjara, tanpa adanya akses rehabilitasi, dan membuat pengguna narkotika semakin terjerat oleh penyalagunaan narkotika,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal mengatakan, polisi sudah melakukan tes urine terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. Hasilnya, Andi positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Iqbal mengungkapkan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat-alat untuk mengkonsumsi narkoba.

Hasil penyelidikan sementara, Andi diduga hanya sebatas pengguna narkoba. Belum ditemukan bukti Andi terlibat peredaran narkoba.

Namun, penyidik akan terus mendalami untuk memastikan hal itu. Jika nantinya Andi memang hanya sebatas pengguna, maka mantan staf khusus era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu dianggap sebagai korban dan akan direhabilitasi.

Kemudian, pada Selasa (5/3) malam, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan proses administrasi Andi Arief sudah selesai dan diperbolehkan pulang.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Intan Piliang

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
ICJR Minta Kasus Andi Arief Tak Dijadikan Bahan Serangan Politik