alexametrics

Andi Arief Ancam Cabut Gelar Profesor Mahfud MD, Begini Ceritanya

6 Maret 2019, 16:02:12 WIB

JawaPos.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjelaskan maksud cuitan di akun Twitter-nya soal Andi Arief yang terjerat kasus narkoba. Pasalnya, unggahan itu menuai gugatan dari kader Partai Demokrat itu.

“Jadi waktu itu saya bilang, tanggal 8, 9, 10 (Januari 2019) itu berita tentang tujuh kontainer itu hoaks pasti. Karena tujuh kontainer itu diberitakan sekitar tanggal 1 atau 2 gitu ya. Nah sementara kartu suaranya sendiri yang mau dipalsukan bisa dicoblos itu baru disepakati tanggal 4. Jadi pasti hoaks,” ujar Mahfud usai menghadiri diskusi Netralitas ASN di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Saat itu, dia menegaskan agar pembuat hoaks tersebut ditangkap dan dihukum. Begitu pula dengan penyebar hoaks, salah satunya wasekjen Demokrat Andi Arief.

“Sehingga saya katakan pembuat hoaksnya itu supaya ditangkap. Betul kan pembuat hoaksnya kan sudah ditangkap, sekarang sudah ke pengadilan. Tapi waktu itu ya Andi Arief marah-marah enggak karuan di situ,” kata dia.

Atas hal tersebut, keduanya pun berdebat di Twitter. Mahfud merasa Andi Arief selalu membantahnya, hingga dirinya memutuskan untuk mengalah dan menasihati agar kaum milenial menjauhi narkoba.

“Saya jawab begini, dibantah begitu. Akhirnya saya nggak tanggapi lagi. Saya hanya berpesan kepada anak-anak milenial, kamu jangan main narkoba. Narkoba itu menghilangkan akal sehat,” terangnya.

Meski demikian, Mahfud tidak bermaksud menyinggung Andi Arief yang ternyata juga pemakai narkoba. “Saya nggak nyebut nama orang. Karena saya tahu secara hukum kalau nyebut, ya kurang etis. Ya terserah,” tegas dia sambil terkekeh dan meninggalkan awak media.

Adapun cuitan tersebut dilontarkan Mahfud MD melalui akun Twitter-nya pada Senin (4/3) malam. Awalnya, seorang warganet mengingatkan cuitannya pada 10 Januari lalu seusai berdebat dengan Andi Arief dan menyinggung penggunaan narkoba.

“Trims atas reposting cuitan saya (10/1/19). Waktu itu AA nyerang saya terus karena isu 7 kontainer surat suara saya bilang hoax. Maka daripada ikut ngawur saya titip pesan kepada AA dengan miminjam adresat ‘Anak2 Milenial’ agar menjauhi narkoba sebab narkoba itu membunuh akal sehat dan membunuh masa depan,” tulis akun @mohmahfudmd, Senin (4/3).

Sebelumnya, Andi Arief mengancam akan menuntut Mahfud ke jalur hukum karena telah ikut campur terkait kasus narkoba yang kini menjeratnya.

Selain itu, Andi juga mengingatkan agar Mahfud tidak lagi ‘sok tahu’. Jika tidak, ia akan meminta lembaga yang memberi Mahfud gelar profesor untuk mencabutnya.

“Siiip!” tandas Mahfud ketika mendengar cuitan tersebut dari awak media usai dirinya mengisi acara diskusi Netralitas ASN di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Dia menjelaskan, tidak akan ada yang bisa mencabut gelar profesor selagi orang tersebut memiliki karya yang jujur dan benar. Dalam arti, Mahfud menegaskan, dirinya tidak pernah melakukan tindakan plagiarisme.

“Profesor tuh hanya bisa dicabut kalau plagiat. Nah ini (saya) enggak pernah plagiat nih. Semua karyanya asli,” tegas dia.

Sebelumnya, Andi Arief tersinggung dengan cuitan Mahfud yang pernah menyinggung penggunaan narkoba ketika keduanya berdebat pada 10 Januari 2019 lalu. Hal itu pun dibalas oleh Andi yang ternyata juga mengonsumsi narkoba.

“Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami. Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener,” tulis akun Twitter @AndiArief__, Rabu (6/3).

“Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang sedang menangani yang saya alami. Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd,” cuitnya lagi.

“Ini tuit terakhir saya sama. Saya menjalani semua yg diproses Polri. Saya terpaksa mentuit karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri,” pungkas Andi Arief.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Yesika Dinta

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Andi Arief Ancam Cabut Gelar Profesor Mahfud MD, Begini Ceritanya