alexametrics

Yusril Yakin Ba’syir Bebas, Moeldoko Ngotot Mesti Penuhi Syarat Dulu

6 Februari 2019, 15:55:00 WIB

JawaPos.com – Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra menyebut, ‎bebasnya terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir‎ tinggal menunggu waktu. Bahkan ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengaku juga akan berbicara lagi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pembebasan Ba’asyir.

Menanggapi hal tersebut, ‎Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, kalaupun nanti Yusril kembali menemui Presiden Jokowi maka keputusan negara tetap tidak akan berubah. Sebab apabila Ba’asyir bebas harus menyatakan setia terhadap Pancasila dan cinta NKRI.

“Kan Pak Jokowi sudah disampaikan ke media, persyaratannya harus terpenuhi. Waktu itu kan sudah menyampaikan‎‎,” ujar Moeldoko kepada JawaPos.com, Rabu (6/2).

Menurut mantan Panglima TNI itu, prinsip bernegara tidak mengenal negosiasi. Artinya, apabila aturan menyebut bila Ba’asyir bebas harus setia terhadap Pancasila dan cinta NKRI, maka itu menjadi syarat mutlak.

“Yang berkaitan dengan prinsip bernegara itu kan enggak bisa dinegosiasikan. Itu saja intinya, dan itu kan sebagai syarat,” tegasnya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra mengaku bahwa pembebasan Abu Bakar Ba’asyir tinggal menunggu waktu. Konsolidasi dengan sejumlah pihak masih dirampungkan demi mencapai pembebasan bersyarat pemimpin kelompok Majelis Mujahidin Indonesia itu.

“Kita tunggu momentumnya, nantilah ketika tidak ada lagi pro-kontranya,” ujar Yusril dalam keterangan tertulis‎nya.

Sebelumnya, rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir menimbulkan pro-kontra. Presiden Jokowi kemudian meminta Yusril untuk mendatangi Abu Bakar Ba’asyir di Lapas Gunung Sindur, Bogor. 

Di sisi lain, Menko Polhukam Wiranto tak sependapat dengan hal itu. Ia menilai pembebasan Ba’asyir perlu mempertimbangkan beberapa aspek lain, seperti Pancasila, NKRI, maupun hukum.

Namun Yusril enggan berkomentar lebih mengenai pendapat Wiranto, alasannya ia tidak mengetahui maksud dari Wiranto. Baginya, segala administrasi untuk membebaskan Abu Bakar Ba’asyir sudah rampung dan tinggal menunggu momentum yang tepat. Hal tersebut sudah ia sampaikan ke Jokowi.

“Kalo tidak disinggung Pancasila, mungkin dia sudah bebas. Semua orang tahu siapa yang taat kepada Islam, dia taat pada Pancasila,” kata penasihat hukum Jokowi-Ma’ruf Amin itu.

Meskipun demikian, terhadap pembebasan Ba’asyir, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, tugas presiden untuk membantu melengkapi persyaratan sudah ia selesaikan. 

“Mungkin nanti kita obrolin lagi dengan presiden dan Pak Wiranto,” pungkasnya.

Sekadar informasi, ‎Presiden Jokowi mengatakan jika terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir bebas maka sifatnya bebas bersyarat bukan bebas murni.

Jokowi menjelaskan, bebas bersyarat adalah menyatakan setia pada NKRI dan Pancasila. Jika ia enggan melakukannya maka pemerintah tidak bisa asal membebaskannya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : Gunawan Wibisono

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Yusril Yakin Ba'syir Bebas, Moeldoko Ngotot Mesti Penuhi Syarat Dulu