JawaPos Radar

Airlangga Maju Jadi Ketum Golkar, Johan Budi Bilang Begini

05/12/2017, 01:05 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Joha Budi
Juru Bicara Istana, Johan Budi (JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi akhirnya angkat suara terkait dengan Presiden Joko Widodo yang terkesan diseret-seret untuk masuk dalam urusan internal partai Golkar. 

Johan bahkan menyatakan, izin dari Presiden Joko Widodo untuk Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto terkait rencananya maju sebagai calon ketua umum Golkar, bukan berarti Jokowi hendak mengintervensi persoalan di internal partai berlambang beringin.

Johan justru mewanti-wanti agar izin dari Presiden untuk Airlangga tidak diterjemahkan sebagai dukungan dalam bursa calon ketua umum Golkar. Sebab, konteksnya adalah menteri meminta izin ke presiden.

Airlangga
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sudah meminta izin pada Presiden untuk maju jadi ketum Golkar. (Miftahul Hayat/JawaPos)

Menurut Johan, sudah berkali-kali Presiden Jokowi menyatakan tidak ikut campur dalam urusan internal partai politik, termasuk Golkar. Karena itu langkah Airlangga meminta izin ke Jokowi karena statusnya sebagai menteri yang berarti pembantu presiden.

“Itu bukan kaitannya Presiden ikut campur dalam urusan internal Golkar. Sepenuhnya Presiden menyerahkan ke parpol. Jadi jangan disalahmaknai soal izinnya Pak Airlangga itu," kata Johan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12).

Namun, mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak berani menjawab saat ditanya perlu atau tidaknya Airlangga mundur dari posisi Menteri Perindustrian demi menjadi calon Ketua Umum Golkar. Sebab, hal serupa belum pernah terjadi di era pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya tidak bisa menjawab apakah dia perlu mengundurkan diri dari menteri atau tidak. Saya kira itu tergantung Pak Presiden dan Pak Wapres (Jusuf Kalla, red),” pungkas Johan.

(dms/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up