JawaPos Radar

Survei LSI: Jokowi-Ma'ruf Ungguli Pertarungan Pilpres di Media Sosial

05/09/2018, 15:14 WIB | Editor: Kuswandi
Survei LSI
Dua pembicara sedang memaparkan hasil Survei LSI Denny JA, Rabu (5/9) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil risetnya terkait elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dari aspek pengguna media sosial. Hasilnya, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin masih unggul di atas Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Awalnya LSI mengkategorikan pengguna dan bukan pengguna media sosial dari total 1.200 responden. Hasilnya didapati 28,5 persen menyatakan diri sebagai pengguna media sosial. Sedangkan 71,5 persennya bukan pengguna.

Di kategori pengguna media sosial, pasangan Jokowi-Ma'ruf hanya unggul tipis dari Prabowo-Sandi. Jaraknya terpaut sekitar 9 persen.

Survei LSI
Pemaparan hasil survei LSI Denny JA, Rabu (5/9) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

"Di kalangan pengguna medsos, Jokowi-Ma'ruf unggul 48,3 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 39,5 persen. Sisanya 12,2 persen menyatakan rahasia atau belum memutuskan atau tidak menjawab," ujar peneliti LSI Ardian Sopa di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (5/9).

Sementara itu di base 71,5 persen bukan pengguna media sosial selisih antara dua pasangan ini cukup besar. Bahkan raihan Prabowo-Sandi hanya setengahnya dari pemilih Jokowi-Ma'ruf di kategori ini.

"Di kalangan bukan pengguna medsos, selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi lebih beda. Yaitu 53,7 persen berbanding 25,5 persen. Sisanya 20,8 menyatakan rahasia atau belum memutuskan atau tidak menjawab," jelas Ardian.

Ardian mengatakan, dari data di atas memperlihatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sudah mencapai the magic number 52,2 persen. Angka tersebut hampir menyamai raihan petahana di Pilpres 2014 sebanyak 53,15 persen.

Situasi ini tentu menjadi catatan khusus bagi kubu Prabowo-Sandi. Sebab elektabilitas jagoannya masih terpaut jauh dari pasangan incumbent.

"Selisih kedua pasangan calon masih dua digit, yaitu 22,70 persen dan mereka yang menyatakan rahasia atau beluk memutuskan, atau tidak menjawab 18,3 persen," pungkas Ardian.

Survei ini sendiri dilakukan pada rentang waktu 12-19 Agustus 2018. Metode yang digunakan multistage random sampling, dengan wawancara tatap muka menggunakan kuisioner. Responden yang dilibatkan 1.200 orang, dengan margin of error 2,9 persen.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up