alexametrics

Napi Korupsi Nyaleg, Eks Pimpinan DKPP Ingatkan Efek Dominonya

5 September 2018, 10:22:08 WIB

JawaPos.com – Perdebatan mantan narapidana korupsi yang diloloskan sebagai Calon Legislatif (Caleg) oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) masih berlanjut. Dalam kasus ini juga dianggap tidak terjadi keselarasan antara Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menanggapi itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Harjono mengatakan, akan ada dampak buruk jika Bawaslu meloloskan eks napi koruptor. Efek domino disebut tidak bisa dihindari.

Sebab mantan koruptor lain yang juga digagalkan oleh KPU saat pencalonan, akan menuntut hak sama dengan rekan-rekannya yang akhirnya diloloskan oleh Bawaslu.

“Dampaknya kalau itu dibolehkan (eks koruptot nyaleg) artinya orang-orang yang sudah daftar ke KPU dan dilarang oleh KPU itu harus diberi hak-nya,” ujar Harjono di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (4/9).

Lebih lanjut Harjono menegaskan, saat ini kunci masalah ini dipegang oleh Mahkamah Agung (MA). Putusan judicial review terhadap Peraturan KPU, yang menyebut mantan koruptor dilarang nyaleg akan membuat perdebatan ini selesai.

“Sekarang tergantung pada MA. MA mau mutus apa persoalan tentang mereka yang tersangkut perkara korupsi ini,” tegasnya.

Di sisi lain Harjono enggan menyebut DKPP mendukung putusan Bawaslu, pun demikian putusan KPU. Ia lebih berfokus pada putusan yang akan dikeluarkan oleh MA.

“Saya tidak bisa mengatakan DKPP mendukung (koruptor nyaleg), karena DKPP itu keluar karena keputusan seluruh anggota, saya tidak bisa mengatakan mendukung, nanti anggota lain tidak setuju. DKPP hanya bicara pada putusannya,” tandasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (sat/JPC)


Close Ads
Napi Korupsi Nyaleg, Eks Pimpinan DKPP Ingatkan Efek Dominonya