alexametrics
Reuni Akbar 212

Geram, Kapitra Desak TKN Jokowi-Ma’ruf Lapor

4 Desember 2018, 00:57:38 WIB

JawaPos.com – Reuni Akbar 212 yang baru digelar menuai polemik. Banyak yang mengaku bahwa hajatan itu kental dengan muatan politik. Mantan pengacara Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menegaskan, ada pelanggaran kampanye di acara tersebut. 

Karena dalam acara itu ada pihak-pihak yang mendorong supaya Prabowo Subianto menjadi presiden Indonesia di 2019. Sehingga Bawaslu perlu melakukan penindakan.

“‎Harus ditindak dong, jelas itu ada ganti presiden, ada spanduk (2019 ganti presiden) itu sebuah kampanye dan itu kampanye terselubung,” ujar Kapitra di Posko Cemara, Jakarta, Senin (3/12).

Oleh karenanya, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mendorong supaya Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin bisa melaporkan dugaan pelanggaran kampanye tersebut ke Bawaslu. Sebab, sudah terang-terangan mereka melakukan kampanye dengan mengelorakan 2019 ganti presiden.

“Harusnya TKN melaporkan, dong. Itu wajib dilaporkan itu,” katanya.

Kapitra juga kecewa perhelatan Reuni Aksi 212 disusupi aksi dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tujuannya memang untuk mengalahkan Jokowi dan menjadikan dua tokoh tersebut menjadi kepala negara.

“Memakai baju agama aksi bela Islam. Tetapi sebenarnya tujuannya adalah ganti presiden,” tegasnya.

Sementara itu, soal seruan Habib Rizieq yang mengimbau jangan mendukung partai penista agama, Kapitra mengaku, tidak ada kaitannya dengan partai. Jadi harus dicermati yang melakukan penistaan agama adalah individu, tidak ada kaitannya dengan partai politik pendukung.

“Enggak bisa digeneraliasi begitu. Tak ada indikatornya, satu orang yang berbuat, ya satu orang saja,” pungkasnya.

Diketahui, munculnya dugaan Reuni Akbar 212 bermuatan politik lantaran diketahui banyak peserta yang meneriakkan Prabowo Subianto bisa menjadi presiden Indonesia menggantikan Jokowi.

Di perhelatan itu juga ada pemutaran lagu #2019GantiPresiden dari mobil-mobil yang menggunakan speaker besar, meski kemudian dihentikan oleh panita. 

Selain itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyerukan supaya pada 2019 Indonesia memiliki kepala negara baru. Termasuk mendesak untuk tidak memilih partai yang mendu‎kung penista agama.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Geram, Kapitra Desak TKN Jokowi-Ma'ruf Lapor