JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gandeng Kohati, KBI Ajak Kaum Muda Lawan Radikalisme

04 November 2018, 17:55:39 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Anick HT
Koordinator KBI sekaligus fasilitator utama pelatihan Anick HT mengutarakan, paham radikalisme yang berkembang dan meresahkan hari ini harus di lawan dengan semangat Pancasila. (ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - 40 peserta yang berasal dari berbagai univeristas dan kabupaten di Bali tampak antusias mengikuti Pelatihan Juru Bicara Pancasila. Acara yang digelar oleh Komunitas Bela Indonesia (KBI) itu digelar selama empat hari di hotel yang ada di Kuta. 

Ketua Kohati Cabang Denpasar Vransiska Fami Arizona yang juga menjadi partner lokal KBI Bali mengungkapkan, sebagai organisasi perempuan, tentu ada kegelisahan atas fenomena menurunnya kecintaan para pemuda terhadap Pancasila.

“Karena itu kami terpanggil untuk mengkampanyekan kembali nila-nilai Pancasila yang sudah mulai hilang di hati para pemuda,” ujar Vransiska dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Jumat, (2/11),

Hal serupa juga disampaikan oleh Supervisor KBI Bali, Ilma Sovri Yanti. Menurutnya, hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga Survey Denny JA, yang menunjukkan bahwa Selama 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan itu benar adanya.

Terbukti, pada tahun 2005 dukungan kepada Pancasila mencapai 85,2 persen dan pada 2018 menurun menjadi 75,3 persen atau turun sebesar 10 persen.

“Hal inilah yang mendorong KBI untuk menguatkan kembali Pancasila sebagai dasar negara, agar Indonesia dengan keragamannya tetap damai. Kita perlu kembali bergandengan tangan bersama menyuarakan kembali Pancasila,” ujar Ilma.

Sementara itu, Koordinator KBI sekaligus fasilitator utama pelatihan Anick HT mengutarakan, paham radikalisme yang berkembang dan meresahkan hari ini harus di lawan dengan semangat Pancasila. Terutama pertarungan di wilayah media sosial yang hari ini diwarnai oleh konten-konten intoleran.

“Terlalu banyak buzzer intoleran yang harus kita lawan dengan konten-konten positif. Terlalu banyak ujaran kebencian yang diproduksi dan disebarkan di media sosial kita. Kita harus mengkampanyekan Pancasila sebagai ideologi bangsa, terutama di media sosial,” ungkapnya.

Hal menarik lainnya dalam pelatihan ini adalah materi-materi yang tersaji, di antaranya materi media sosial, yang sengaja dipersiapkan agar peserta mampu menguasai teknik dalam memaksimalkan penggunaan media sosial terlebih untuk kampanye konten positif.

Sementara, dalam konteks penguatan isu, KBI juga sudah menerbitkan buku rujukan berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia yang ditulis oleh pendiri KBI, Denny JA yang juga direktur LSI.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up