alexametrics

Bamsoet Dukung Wiranto Batasi Masuknya WNA ke Papua

4 September 2019, 17:33:26 WIB

JawaPos.com – Kebijakan pemerintah membatasi masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Papua dan Papua Barat didukung oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo. Pasalnya, kondisi di bumi Cenderawasih masih dalam pengkondusifan.

“Untuk kebijakan pembatasan masuknya WNA, kami di DPR mendukung langkah-langkah itu. Di samping masalah keselamatan, juga agar biarkan kami selesaikan masalah negara kami sendiri secara cepat,” ujar politikus yang akrab disapa Bamsoet itu saat ditemui di Bali, Rabu (4/9).

Terkait hal itu, Bamsoet juga meminta Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno Marsudi untuk melakukan diplomasi kepada negara lain atas pembatasan sementara WNA untuk masuk ke Papua dan Papua Barat, itu semua demi menghindari adanya WNA yang dideportasi.

Lebih lanjut, Bamsoet, juga meminta pihak kepolisian untuk bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Luar Negeri dalam mengungkap pihak-pihak asing yang diduga terlibat dan menjadi otak di balik kerusuhan di sejumlah titik di Papua.

Ia juga menilai, kerusuhan yang terjadi di Papua telah menyebabkan keresahan bagi masyarakat. Maka dari itu, Pemerintah harus terus mengupayakan kedamaian di wilayah paling Timur Indonesia itu.

“Kami tentunya akan terus mendorong pemerintah untuk terus mengupaya kedamaian di Papua dan Papua Barat guna menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah menduga ada keterlibatan pihak asing dalam unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Karena itu, kini pemerintah membatasi akses kedatangan orang asing ke Bumi Cendrawasih.

“Papua, Papua Barat tidak kita buka seluas-luasnya kepada kedatangan orang asing di sana,” ujar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9).

Dijelaskan Wiranto, dirinya sudah rapat dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi terkait dengan dugaan keterlibatan asing dalam kerusuhan Papua. Untuk mengantisipasi itu, pemerintah membatasi akses kedatangan orang asing ke Papua dan Papua Barat untuk sementara waktu. Hingga situasi keamanan benar-benar kondusif.

“Jadi kemarin pada saat rapat dengan Menlu, kita sepakat untuk membatasi, agar orang asing tidak leluasa masuk. Karena keadaan di dalam masih seperti ini,” kata Wiranto

Mantan Panglima ABRI era orde baru itu juga menuturkan, langkah pembatasan ini dilakukan tidak lain untuk mengamankan situasi keamanan nasional. Pembatasan ini juga sifatnya hanya sementara. Meskipun Wiranto memastikan wilayah Papua dan Papua Barat saat ini telah berangsur kondusif.

“Jadi keadaan nanti sudah kondusif, sudah aman, silakan. Yang jelas ini adalah hak negara kita untuk melakukan itu,” ucap Wiranto.

Sementara itu, kantor Imigrasi Kelas II Sorong telah mendeportasi empat orang warga negara Australia yang diduga turut serta dalam aksi unjuk rasa yang bertujuan untuk menuntut kemerdekaan Papua di depan Kantor Walikota Sorong.

Kasubbag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Sam Fernando mengatakan, proses deportasi keempat waraga negara Australia tersebut dilakukan pada hari ini Senin (2/9) melalui Bandar Udara DEO Kota Sorong dan diterbangkan menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6197 menuju Bali melalui Makassar.

“Seluruh WNA selanjutnya akan dipulangkan menuju Australia menggunakan pesawat Qantas QF.44, kecuali Ms. Davidson Cheryl Melinda akan berangkat ke Australia tanggal 4 September 2019 menggunakan pesawat Virgin Australian Airline pukul 15.45 WITA dan Virgin Australian Airline,” ucap Sam.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads