JawaPos Radar

Soal 25 Juta Pemilih Ganda, Sekjen PPP Tantang Oposisi Buka-bukaan

04/09/2018, 12:49 WIB | Editor: Imam Solehudin
DPT Ganda
Sekjen PPP Arsul Sani. Arsul menantang kubu oposisi untuk membuktikan terkait temuan 25 juta pemilih ganda. (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Partai politik oposisi mengkritisi data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terindikasi adanya pemilih ganda di pemilu dan pilpres 2019 mendatang. Tak tanggung-tanggung, jumlah data pemilih yang mengalami kejanggalan itu pun dikabarkan mencapai 25 juta suara.

Partai koalisi di lingkaran Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pun ikut angkat suara soal spekulasi masalah DPT tersebut. Sekjen PPP Arsul Sani menantang partai oposisi untuk mengungkapkan data pemilih janggal tersebut secara gamblang.

"Saya ingin menanggapi kalau memang itu (25 juta pemilih ganda), berikan buktinya, jadi jangan berstatemen berbasis katanya-katanya, berikan saja buktinya mana 25 juta yang berganda itu minimal dengan random sampling," cetus Arsul di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/9).

Menurut Arsul, sudah seharusnya partai oposisi mengeluarkan data yang lebih mengedepankan fakta dan bukti nyata. Sebaliknya, dirinya pun mengkritisi lawan tandingnya, yang hanya mengambil kesimpulan yang berbasis temuan saja.

Meski demikian, dia menambahkan, partai pendukung petahana pun tak sungkan jika nantinya memang persoalan mengenai pemilih ganda memang terjadi. Pihaknya siap jika memang dilibatkan melakukan koreksi dari data DPT tersebut.

"Kalau ternyata ada temuan (pemilih ganda) tapi ternyata enggak 25 juta ya mari kita lihat, perlu dikoreksi apa bener 25 juta," ungkapnya.

Lebih jauh dari itu, Arsul pun menduga angka 25 juta yang disebutkan parpol oposisi meragukan. Jika dikaitkan dengan jumlah sensus kependudukan, angka itu dinilainya terlalu besar.

"Jumlah DPT nya berapa, kemudian dikaitkan dengan data sensus kependudukaan berapa, jumlah umur segala macam, mungkin enggak ada 25 juta itu? jangan-jangan 2500 atau 25 ribu," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up