JawaPos Radar

Isu 25 Juta Pemilih Ganda

Sekjen PDIP Sebut Manipulasi Data Terjadi di Pilpres 2009

04/09/2018, 14:09 WIB | Editor: Imam Solehudin
Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut persoalan isu 25 juta pemilih ganda sejatinya merupakan sisa-sisa Pilpres 2009. Hasto menyebut terjadi manipulasi data dalam Pilpres 2009. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Klaim temuan 25 juta pemilih ganda menuai pro dan kontra. Pernyataan tersebut pertama kali dilontarkan kubu oposisi.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku telah mendapatkan informasi terkait kabar tersebit.

Hasto mengatakan, daftar pemilih ganda tersebut adalah sisa dari Pemilu di Tahun 2009 silam. Mereka, klaim Hasto, masih terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ini kan sisa-sisa da‎ri 2009," ujar Hasto di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Selasa (4/9).

Menurut Hasto, di Pemilu 2004 silam sudah berjalan bagus karena saat itu KPU melakukan pemutakhiran data pemilih dengan memberikan stiker. Namun di 2009 malah terjadi manipulasi data sehingga diduga dijadikan alat untuk Pilpres saat itu.

Pada saat itu, terang Hasto, PDIP juga melakukan protes karena ditemukan banyak daftar pemilih ganda. Sehingga dibentuklah panitia angket di DPR untuk mengkoreksinya.

"Jadi di 2009 terjadi manipulasi DPT (daftar pemilih tetap) dan dijadikan alat saat itu," tegasnya.

Oleh sebab itu, PDIP mendorong KPU untuk melakukan perbaikan terhadap DPS. Sehingga tidak adanya pemilih ganda di Pilpres 2019 mendatang. Karena sistem demokrasi lima tahunan ini harus berjalan jujur dan adil tanpa adanya kecurangan.

"Jadi soal DPS kita bekerjasama kubu Pak Prabowo-Sandi, mari kita bekerjasama mendorong KPU agar DPT melindungi hak konstitusional warga negaranya," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal ‎Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal mengaku koalisi partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menemukan sekitar 25 juta data pemilih ganda, dalam DPS yang telah dikeluarkan KPU.

Jumlah data pemilih ganda tersebut ditemukan dalam DPS yang berjumlah 137 juta. Dari 137 juta pemilih dalam DPS terdapat 25.410.615 pemilih ganda di beberapa daerah. Bahkan di beberapa tempat ditemukan sampai sebelas kali digandakan.

Mustafa mengatakan poros Prabowo-Sandi meminta KPU supaya memberikan data DPS terbaru sebelum ditetapkan sebagai DPT. Sehingga Pilpres 2019 mendatang bisa bejalan tanpa adanya kecurangan.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up