alexametrics

DPR Minta Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Ditunda

4 Agustus 2022, 19:32:25 WIB

JawaPos.com – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyanyangkan polemik kenaikan tarif masuk Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nuda Tenggara Timur (NTT) menjadi Rp 3,75 juta. Apalagi, polemik ini berujung pada demonstrasi massal para pelaku wisata hingga berujung aksi kekerasan aparat.

“Saya setuju ditunda dulu, dimoratorium dulu. Bagi yang sudah mendapatkan booking (untuk destinasi wisata di TN Pulau Komodo) sampai Desember 2022, masih diberlakukan tarif lama,” kata Syaiful, Kamis (4/8).

Menurut Syaiful, pihaknya bakal mengundang stakeholder terkait kenaikan tarif tersebut dalam rapat kerja atau rapat dengar pendapat (RDP) pada masa sidang yang akan datang. Kemungkinan yang diundang, kata dia, pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan juga Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

“Kita tunggu (kenaikan tarifnya) setelah konsultasi dengan teman-teman Kemenparekraf, mungkin Mba Shana Fatina (Direktur BPOLBF), juga kita undang,” ujar Syaiful.

Syaiful juga berharap keputusan kebijakan kenaikan tarif perlu didialogkan dan dikomunikasikan dengan stakeholder lain terutama yang terdampak dengan kebijakan tersebut seperti para pelaku wisata di Labuan Bajo.

“Perlu didialogkan, tidak bisa berdasarkan asumsi bahwa mereka mau, harus diajak terlibat. Setiap reaksi dari stakeholder pariwisata pasti ada masalah dan hal ini perlu dimitigasi sampai sejauh mana masalah dan bagaiman solusi terbaiknya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Syaiful, pemerintah daerah dan pihak terkait perlu menjelaskan alasan kenaikan tarif yang dikaitkan dengan konservasi. Pasalnya, umumnya kenaikan tarif di tempat wisata, termasuk di Borobudur sebelumnya juga karena alasan konservasi.

“Publik juga harus tahu mengapa kalau temanya konservasi lalu kemudian ada kenaikan tarif. Selalu begitu, ketika Borobudur naik tarif, isunya konservasi. Publik selalu bertanya mengapa dikaitkan dengan konservasi,” pungkas Syaiful.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: