alexametrics
Pilgub Jabar 2018

Suara Asyik Melonjak Karena Politik Identitas, Ini Bantahan Gerindra

4 Juli 2018, 19:44:39 WIB

JawaPos.com – Hasil hitung cepat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat menyuguhkan fakta mengejutkan. Pasangan Ahmad Syaiku-Sudrajat (Asyik) yang awalnya tidak diperhitungkan, secara tiba-tiba meraih suara cukup tinggi.

Menanggapi hal itu Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengaku, dirinya tidak menampik jika pilkada Jabar memiliki banyak kejutan. Ia melihat di waktu-waktu akhir ada pergeseran suara di level pemilih.

“Kasus Jawa Barat banyak kejutan di akhir. Kemarin kita lihat ada pergeseran di tingkat bawah. Ada Insentif besar untuk pasangan Asyik,” ujar Andreas dalam diskusi politik Vox Point Indonesia bertajuk Menakar Kekuatan Koalisi Pemerintah Versus Koalisi Opisisi Paska Pilkada Serentak di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (4/7).

Lebih lanjut Andreas menilai, jika politik identitas masih sangat kuat di Jabar. Sehingga berdampak kepada melonjaknya suara pasangan Asyik. Meski demikian ia melihat hal itu sebagai dinamika politik yang tak perlu dikhawatirkan.

“Ini bagian dinamika politik, ternyata politik identitas masih sangat kuat di Jabar,” imbuhnya.

Politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu melihat banyak pihak yang ingin membuat PDIP kalah di pilkada serentak. Namun pada faktanya partai berlogo Banteng itu berhasil memenangi pilgub di 6 provinsi dan pilkada kabupaten atau kota di 91 daerah.

Lebih jauh Andreas menegaskan, bahwa pilkada bukan menjadi ajang mencari kemenangan bagi PDIP, namun sebagai upaya mengukur kekuatan mesin partai. 

“Buat PDIP pilkada bukan hanya sekedar menang, tapi alat konsolidasi mengukur kekuatan mesin partai. Mengevaluasi bagaimana mesin partai ini bekerja,” tegasnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Gerindra, Wihadi Wiyanto menolak anggapan melonjaknya suara Asyik karena politik identitas. Menurutnya mesin partai di Jabar berjalan baik sehingga elektabilitas calonnya meningkat.

“Jabar memang merupakan basis pemilih, mesin partai berjalan baik, juga ada peran dari anggora DPR nya,” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (sat/JPC)



Close Ads
Suara Asyik Melonjak Karena Politik Identitas, Ini Bantahan Gerindra