alexametrics

Soal Perpanjangan Jabatan Presiden, PDIP Sentil Lingkaran Dekat Jokowi

4 Maret 2022, 10:36:30 WIB

JawaPos.com ‒ Klaim tiga ketua umum partai politik (PKB, PAN, dan Golkar) soal aspirasi masyarakat yang menginginkan perpanjangan masa jabatan presiden tak sepenuhnya benar.

Lebih tepatnya, itu hanya keinginan sebagian kecil. Berdasar survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), mayoritas masyarakat justru menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden.

Survei LSI diadakan pada akhir Februari dengan sampel 1.197 responden. Menggunakan metode simple random sampling. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional dengan margin of error kurang lebih 2,89 persen.

Survei yang dilakukan LSI membagi pendapat publik dalam tiga hal. Yakni, penundaan pemilu dengan alasan pandemi Covid-19 belum berakhir, penundaan pemilu karena ekonomi terpuruk, dan penundaan untuk melanjutkan agenda pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Dari tiga hal tersebut, hasil survei menunjukkan penolakan yang sangat dominan di masyarakat. Angka penolakan dari ketiganya ada di kisaran 68‒71 persen. Sedangkan yang setuju hanya berkisar 20‒24 persen (selengkapnya lihat grafis).

Direktur LSI Djayadi Hanan mengatakan, pengetahuan publik terhadap isu penundaan pemilu belum merata. Pihaknya mencatat yang tahu hanya di kisaran 50 persen. Meski demikian, dua kelompok itu sudah memiliki pendapat. Yakni, menolak wacana perpanjangan. Bahkan, jika dikomparasikan, di kelompok yang tahu isu penundaan pemilu, angka penolakannya lebih tinggi. Yakni, 74‒75 persen. Berbanding 62‒67 persen di kelompok yang tidak tahu itu. ’’Artinya, kalau isu ini makin disebarkan, tingkat penolakan cenderung tinggi,’’ ujarnya kemarin (3/3).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/mia/lum/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads