alexametrics

Datangi Pengadilan Tinggi, Fadli Zon Bandingkan Kasus Ahok dan Dhani

4 Februari 2019, 15:55:18 WIB

JawaPos.com – Penahanan musisi Ahmad Dhani atas kasus ujaran kebencian masih menuai pertentangan. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon pun menyambangi kantor pengadilan tinggi DKI Jakarta untuk mempertanyakan putusan hukum itu.

Dalam kesempatan itu, Fadli ditemani oleh anggota komisi III DPR Muhammad Syafi’i dan jajaran kuasa hukum Ahmad Dhani, mempertanyakan dasar hukum dari penahanan pentolan Dewa 19 tersebut. 

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Syahrial Sidik menegaskan, dasar penahanan Ahmad Dhani sudah ada dalam asas hukum pidana dan termuat dalam KUHAP. Hal itu termaktub dalam Pasal 197 pada huruf K ayat 3.

Syahrial menuturkan, pihaknya juga telah menerima laporan upaya banding Ahmad Dhani. Namun hingga kini, berkasnya belum masuk ke pengadilan tinggi. 

“Berkasnya belum sampai sesuai dengan PP 21 dan peraturan menteri kehakiman itu menyebutnya paling lama dua minggu setelah upaya hukum berkas segera dikirimkan kepada kami,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Fadli lantas mempertanyakan kembali sikap pengadilan atas kasus Ahok dengan Ahmad Dhani. Pada saat itu, penetapan hakim tidak disiarkan sebelum ada putusan. 

“Lantas sekarang Ahmad Dhani ditahan atas dasar apa? Apakah Pengadilan Tinggi sudah mengeluarkan perintah penahanan, karena ini menyangkut hak asasi manusia,” tegasnya. 

Menjawab pernyataan itu, Syahrial tetap bersikukuh bahwa putusan tersebut harus dilaksanakan oleh pengadilan. Dirinya pun meminta seandainya ada putusan yang dinilai tidak tepat dalam kasus Dhani, harus menggulirkan dalam memori banding.

“Silakan diungkapkan dalam memori banding. Namun, sampai saat ini pengadilan belum menerima berkas perkara termasuk memori banding. Sehingga kami belum bisa menilai,” tegasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim

Saksikan video menarik berikut ini:


Datangi Pengadilan Tinggi, Fadli Zon Bandingkan Kasus Ahok dan Dhani