alexametrics
Pilpres 2019

Tumbangkan Jokowi di Debat Perdana, Kubu 02 Bakal Gunakan Isu Novel

4 Januari 2019, 11:25:39 WIB

JawaPos.com – Tema pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang akan diangkat pada debat perdana Pilpres 2019 menjadi perhatian kedua kubu. Baik petahana maupun penantang dianggap memiliki celahnya masing-masing dalam tema ini.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kubu 02 sudah menyiapkan ‘amunisi’ dalam menghadapi tema ini. Salah satu yang akan diangkat yaitu kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. 

“Jadi memang salah satu kasus HAM dan kasus penganiayaan terhadap penegak hukum yang paling high profile ya kasus Novel,” ujar Dahnil di kawasan Meruya, Jakarta Barat, (3/1).

Dahnil juga menilai, kasus Novel merupakan pelanggaran HAM yang berkategori sangat disorot di era sekarang. Sehingga wajar jika dorongan masyarakat untuk menuntaskan kasus ini sangat besar.

“Saya sejak awal dampingi Novel terkait kasus yang dia hadapi. Saya tahu persis anatominya seperti apa, yang jelas kalau Pak Prabowo terpilih ini akan jadi prioritas,” jelasnya.

Di sisi lain, Dahnil mengatakan, penyerangan terhadap Novel sangat menjadi keprihatinan publik. Sebab, pelanggaran HAM sudah terjadi hingga aparat penegak hukum. Oleh karena itu, jika nanti Prabowo terpilih sebagai Presiden, kasus Novel yang akan diprioritaskan untuk diselesaikan. 

“Penyerangan terhadap Novel itu bukan penyerangan pertama, banyak penyidik KPK dapat perlakuan sama, tapi tidak ter-blow up,” sambungnya.

Meski demikian, Dahnil menegaskan, kubu 02 tidak akan menyeret Novel kepada politik praktis. Mereka hanya akan mengangkat kasusnya sebagai amunisi pada debat.

“Tentu Novel tidak pada posisi itu. Kami enggak mau menyeret Novel dalam pertarungan kontestasi Pilpres ini. Biarlah dia bekerja sebagaimana mestinya sebagai aparatur hukum,” paparnya.

Sementara itu, soal isu pelanggaran HAM masa lalu yang kerap disangkutkan dengan Prabowo karena dianggap terlibat dalam kasus hilangnya sejumlah aktivis pada era Reformasi 1998, menurut Dahnil, itu bukan hal aneh lagi bagi koalisi.

“Bagi kita kalau isu pelanggaran HAM ke Prabowo sederhana, itu kan diproduksi yang berulang dalam setiap pemilu,” ujar Dahnil.

Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan, selama ini sudah jelas tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan Prabowo bersalah. Bahkan diadili di meja hijau pun tidak pernah.

“Prabowo selalu bilang, beliau tidak pernah diadili, beliau tidak terlibat apa pun. Juga jangan lupa, beliau adalah pimpinan militer saat itu, militer dalam posisi komando, dan beliau tidak pernah dinyatakan bersalah di pengadilan dan sebagainya,” terangnya.

Di sisi lain, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu meminta agar isu semacam ini tidak terus-menerus diproduksi hanya untuk mendiskreditkan Prabowo dalam pemilu. Pasalnya, isu itu juga tidak ada pembuktiannya sampai sekarang.

“Masyarakat sudah paham isu itu hanya politis untuk men-downgrade Prabowo di isu HAM. Padahal nggak pernah terjadi,” pungkas Dahnil.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : Fersita Felicia Facette, Sabik Aji Taufan



Close Ads
Tumbangkan Jokowi di Debat Perdana, Kubu 02 Bakal Gunakan Isu Novel