alexametrics

Keluarga Pendiri NU Imbau Nahdliyin Jangan Sampai Terpecah

3 Desember 2021, 07:42:59 WIB

JawaPos.com – Tarik ulur pelaksanaan Muktamar Ke-34 NU semakin menampilkan banyak dinamika. Dinamisnya isu jelang pelaksanaan muktamar membuat para keluarga keturunan pendiri alias Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama (NU) ikut urun rembuk dan membuat sejumlah imbauan.

Urun rembuk itu berlangsung di rumah pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, Kamis (2/12) malam. Masing-masing wakil keluarga pendiri NU itu hadir untuk meredakan ketegangan di internal NU, terutama di kalangan PBNU. Apalagi ketegangan saat ini dinilai bisa menjurus ke perpecahan.

Menurut KH Fahmi Amrullah Hadziq (Dzurriyah KH Hasyim Asy’ari) selaku tuan rumah menyebut, masing-masing perwakilan datang atas inisiatif sendiri untuk membahas dinamika yang terjadi jelang Muktamar NU.

“Pertemuan itu tidak ada yang mengatur dan tidak ada yang membiayai. Semua didasari oleh keprihatinan atas kondisi PBNU akhir-akhir ini,” ungkap Gus Fahmi–sapaan KH Fahmi Amrullah Hadziq.

Selain KH Fahmi Amrullah Hadziq (Dzurriyah KH Hasyim Asy’ari), pertemuan itu dihadiri pula oleh KH Sholahudin atau Gus Udin (Dzurriyah KH. Ridwan Abdullah), KH Wahab Yahya atau Gus Wahab (Dzurriyah KH. Wahab Chasbullah), KH. Hasyim Nasir atau Lora Hasyim (Dzurriyah Syaikhona Kholil), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (Pengasuh Ponpes Tebu Ireng), dan Gus Mahasin (kakak Kandung Gus Baha).

Lebih jauh Gus Fahmi menyebut bahwa hasil dari diskusi pertemuan itu, para Dzurriyah Muassis NU yang hadir menyepakati tiga imbauan dan ajakan bagi seluruh jam’iyyah NU.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads