alexametrics

DPR Belum Pernah Bahas Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden

3 Desember 2019, 16:05:16 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram lantaran muncul wacana mengenai penambahan jabatan kepala negara menjadi tiga periode. Tak pelak, Jokowi menolak tegas wacana itu.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin mengatakan kaget dengan adanya usulan penambahan masa jabatan kepala negara tersebut. “Saya baru mengetahuinya dari media-media saja,” ujar Aziz di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/11).

Baca juga: Soal Penambahan Jabatan Presiden, Demokrat Duga Ada Agenda Terselubung

Politisi Partai Golkar itu mengatakan wacana penambahan jabatan kepala negara tiga periode sampai saat ini belum pernah dibahas di DPR. Termasuk juga dengan para pimpinan DPR.

“Kita di DPR belum pernah mengagendakan itu, dan tidak pernah menjadikan isu itu untuk wacana presiden tiga periode,” katanya.

Aziz juga mengatakan di internal Partai Golkar tidak pernah ada wacana pembahasan tersebut. Menurutnya itu adalah usulan yang belum pernah dibahas sama sekali baik di DPR ataupun di internal partai.

“Bahwa mengenai isu dua periode, tiga periode, itu Golkar tidak pernah membicarakan dan tidak ada rencana untuk ke situ,” ungkapnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak setuju apabila amandemen UUD 1945 sampai menyentuh ke jabatan kepala negara hingga tiga periode. Atau juga kepala negara dipilih oleh MPR. Dengan tegas, Jokowi mengatakan sebaiknya tidak usah dilakukan amandemen.

“Presiden dipilih MPR, presiden tiga periode, presiden satu kali delapan tahun. Seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik tidak usah amendemen,” katanya.

‎Bahkan, Presiden Jokowi ‘blak-blakan’ mengenai usulan jabatan kepala negara. Menurut Jokowi usulan tersebut seperti menampar dirinya. Sampai-sampai Jokowi menduga ada yang ingin cari perhatian dengan mengusulkan jabatan kepala negara tiga periode.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads