alexametrics

‎Nasdem: Pak Jokowi enggak Usah Baper, Buat Apa Cari Muka?

3 Desember 2019, 21:34:49 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa ada yang ingin menjerumuskan dirinya dan sengaja cari muka. Itu terkait dengan adanya partai yang mengusulkan adanya penambahan masa jabatan kepala negara menjadi tiga periode.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, Presiden Jokowi tidak perlu merasa geram ataupun terlalu membawa persaan. Sebab menurutnya, usulan tiga periode jabatan kepala negara adalah aspirasi dari sebagian rakyat Indonesia.

‎”Pak Jokowi enggak usah baper. Itu justru aspirasi publik,” ujar Willy saat dikonfirmasi, Selasa (3/11).

Willy juga menegaskan Partai Nasdem tidak pernah mencari muka dengan cara mengusulkan penambahan jabatan presiden menjadi tiga periode. Sebab Nasdem hanya menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi publik.

“Bukan cari muka. Buat apa parpol cari muka sama Pak Jokowi,” katanya.

Menurut Willy, sebagai asipirasi masyarakat, sudah selayaknya diterima. Tinggal nantinya dikaji lagi dengan para pemangku kebijakan dan juga partai politik.

“Jadi ‎mengkaji itu sebagai sebuah diskusi ya wajar saja. Bukan politik, jangan dicurigai,” ungkapnya.

Sebelumnya, ‎Presiden Jokowi tidak setuju apabila amandemen UUD 1945 sampai menyentuh ke jabatan kepala negara sampai tiga periode. Ataupun kepala negara dipilih oleh MPR. Maka dengan tegas, Jokowi mengatakan, sebaiknya tidak usah dilakukan amandemen.

“Presiden dipilih MPR, presiden tiga periode, presiden satu periode delapan tahun. Lebih baik tidak usah amendemen,” katanya.

‎Bahkan, Jokowi ‘blak-blakan’ mengenai usulan jabatan kepala negara. Menurut Jokowi usulan tersebut seperti menampar dirinya. Bahkan dia menduga ada yang ingin cari perhatian dengan mengusulkan jabatan kepala negara tiga periode.

‎”Jadi ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ingin menampar muka saya, ingin cari muka. Itu juga ingin menjerumuskan,” tegasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads